Laman

Powered By Blogger

Kamis, 25 Juli 2013

Analisa Standar Kompetensi tentang pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

ANALISIS STANDAR KOMPETENSI MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SD KELAS 5 SEMESTSER 1
Disusun untuk memenuhi tugas Materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SD Kelas Lanjut
Dosen Pembimbing: Dra. Rarasaning, M.Pd











Disusun oleh:
1.      Deffi Ratnasari                                                     11-8000-018
2.      Damayanti Cambodia                                           11-8000-092
3.      Nia Wahyuandani                                                 11-8000-114
4.      Achmad Bhaihaqi


UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2013
ANALISIS STANDAR KOMPETENSI MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SD KELAS LANJUT


Mata Pelajaran                        : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas / Semester                      : 5 / I
Standar Kompetensi               : 1. Memahami pentingnya keutuhan Negara
      Kesatuan Republik Indonesia


A.    NAMA KONSEP
1.      Konsep Keutuhan                  
-          Menurut BSE berarti satu, tidak terpecah-belah, tidak bercerai-berai. (Sumber: Darmono, Ikhwan Sapto dan Sudarsih.2008.Pendidikan Kewarganegaraan 5. Jakarta:Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional).
-          Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keutuhan berasal dari kata dasar utuh yang berarti dalam keadaan sempurna seperti semula. (Sumber: KBBI)

2.      Konsep Negara
-          Organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. (Sumber: KBBI)
-          Kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif, mempunyai kesatuan politik, serta berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. (Sumber KBBI)
-          Suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Negara)
-          Negara merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.
-          Negara adalah bentuk organisasi dari masyarakat atau kelompok orang yang mempunyai kekuasaan mengatur hubungan, menyelenggarakan ketertiban, dan menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama. (Sumber: Darmono, Ikhwan Sapto dan Sudarsih.2008.Pendidikan Kewarganegaraan 5.Jakarta:Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional).
-          Daerah dengan penduduk yang teratur di bawah pemerintah yang diakui oleh rakyatnya. (Sumber: Santoso, Ananda dan S. Priyanto.1995.Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.Surabaya:Kartika Surabaya.)
-          Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, negara adalah wilayah yang dihuni sekelompok masyararakat berjumlah besar dan mempunyai sistem pemerintahan untuk mengatur masyarakat tersebut. (Sumber: Rikayani dan Endang Abdullah.2009.Pendidikan Kewarganegaraan 5.Jakarta: PT. Adfale Prima Cipta)
-          Negara ialah wilayah yang dihuni dan mempunyai kekuasaan terhadap pemerintahan. (Sumber: Rikayani dan Endang Abdullah.2009.Pendidikan Kewarganegaraan 5.Jakarta: PT. Adfale Prima Cipta)
-          Suatu organisasi yang memiliki kekuasaan berdaulat dapat disebut sebagai negara apabila memiliki ciri-ciri memiliki penduduk yang menetap, memiliki wilayah tertentu, memiliki pemerintahan yang berdaulat, dan mendapatkan pengakuan dari negara lain. (Sumber: Rikayani dan Endang Abdullah.2009.Pendidikan Kewarganegaraan 5.Jakarta: PT. Adfale Prima Cipta)

3.      Konsep Kesatuan
-          Kesatuan merupakan upaya memersatukan perbedaan suku bangsa, agama, budaya, dan kepentingan. (Sumber: Bestari, Prayoga dan Ati Sumiati.2009.Pendidikan Kewarganegaraan: Menjadi Warga Negara yang Baik.Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional)
-          Kesatuan berbangsa merupakan suatu keutuhan dan kebulatan sebagai bangsa. (Sumber: Bestari, Prayoga dan Ati Sumiati.2009.Pendidikan Kewarganegaraan: Menjadi Warga Negara yang Baik.Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional)
-          Kesatuan bertanah air merupakan satu keutuhan di tengah perbedaan di wilayah yang dihuni secara turuntemurun oleh bangsa Indonesia. (Sumber: Bestari, Prayoga dan Ati Sumiati.2009.Pendidikan Kewarganegaraan: Menjadi Warga Negara yang Baik.Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional)
-          Kesatuan artinya usaha mempersatukan potensi perbedaan suku agama, budaya, dan kepentingan demi keutuhan bangsa dan Negara. (Sumber: http://m28sun2r.wordpress.com/2011/11/03/rangkuman-materi-pkn-kls-5/).

4.      Konsep Republik
-          Bentuk pemerintahan yang berkedaulatan rakyat dan dikepalai oleh seorang presiden. (Sumber: http://www.artikata.com/arti-347710-republik.html)
-          Republik adalah sebuah negara di mana tampuk pemerintahan akhirnya bercabang dari rakyat, bukan dari prinsip keturunan bangsawan dan sering dipimpin atau dikepalai oleh seorang presiden. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Republik)
-          Bentuk negara yang dipimpin oleh presiden. (Sumber: Santoso, Ananda dan S. Priyanto.1995.Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.Surabaya:Kartika Surabaya.)

5.      Konsep Indonesia
-          Nama negara kepulauan di Asia Tenggara yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia. (Sumber: http://www.artikata.com/arti-95233-indonesia.html)
-          Menurut Nana Supriatna, Indonesia merupakan negara kepulauan dimana antara pulau yang satu dengan pulau yang lain dipisahkan  oleh beberapa batas alam, seperti selat, sungai, dan gunung. Batas-batas alam tersebut secara langsung akan mengelompokkan berbagai komunitas masyarakat dengan corak budaya yang khas
(Sumber:http://carapedia.com/pengertian_definisi_indonesia_menurut_para_ahli_info511.html)
-          Menurut Pdt. Dr. Richard D., Indonesia adalah sebuah Bhineka Tunggal Ika, berdiri diatas dasar yang kokoh, yaitu Pancasila, yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa, atas rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. (Sumber:http://carapedia.com/pengertian_definisi_indonesia_menurut_para_ahli_info511.html)
-          Kata Indonesia berasal dari bahasa latin (Indus) yang berarti India dan bahasa yunani (Nesos) yang berarti pulau. Jadi, kata Indonesia berarti wilayah India kepulauan atau kepulauan yang berada di India. (Sumber: Kuswartinah, Ruliana.2009.Ayo Belajar Kewarganegaraan 5.Jawa Tengah: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.)


6.      Konsep NKRI
-          NKRI adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Sumber: Kuswartinah, Ruliana.2009.Ayo Belajar Kewarganegaraan 5.Jawa Tengah: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.)
-          NKRI adalah Negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di kawasan Asia Tenggara. (Sumber: Kuswartinah, Ruliana.2009.Ayo Belajar Kewarganegaraan 5.Jawa Tengah: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.)
-          NKRI adalah Nusantara (Kepulauan Antara). (Sumber: Kuswartinah, Ruliana.2009.Ayo Belajar Kewarganegaraan 5.Jawa Tengah: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.)
-          NKRI adalah suatu Negara merdeka dan berdaulat yang memiliki pemerintah pusat dan berkuasa mengatur seluruh wilayah. (Sumber: Kuswartinah, Ruliana.2009.Ayo Belajar Kewarganegaraan 5.Jawa Tengah: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.)

7.      Konsep keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI)
-          Keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) adalah keinginan untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (Sumber: Kuswartinah, Ruliana.2009.Ayo Belajar Kewarganegaraan 5.Jawa Tengah: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.)
-          Keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) adalah keinginan untuk mempertahankan dan menjaga kedaulatan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (Sumber: Kuswartinah, Ruliana.2009.Ayo Belajar Kewarganegaraan 5.Jawa Tengah: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.)
-          Keutuhan NKRI adalah upaya untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai mengancam atau membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.

B.     CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK
Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia:
1.      Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia:
a.       Pengertian Negara
1)      Menurut para ahli
2)      Menurut KBBI

b.      Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia

2.      Unsur pembentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia
a.       Unsur konstitutif:
1)      Wilayah
-          Pembagian wilayah yang meliputi daratan, perairan, dan udara
-          Batas-batas wilayah
-          Letak astronomis
2)      Rakyat
-          Bangsa
-          Penduduk
-          Warga Negara
-          Bukan warga negara
3)      Pemerintahan yang berdaulat
b.      Unsur deklaratif:
1)      Pengakuan dari negara lain,
-          de facto     : pengakuan berdasarkan kenyataan bagi negara baru yang
  telah memenuhi unsur konstruktif.
-          de jure       : pengakuan terhadap berdirinya suatu negara menurut hukum
  internasional.

3.      Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia
a.       Menurut beberapa tokoh
b.      Menurut UUD 1945
4.      Fungsi Negara Kesatuan Republik Indonesia
5.      Pentingnya keutuhan NKRI
a.       Letak dan kondisi geografis Indonesia
Letak geografis Indonesia menempatkan Indonesia pada posisi silang yang strategis dan baik. Hal ini dapat terlihat dari beberapa hal berikut ini :

1)      Kekayaan Alam / Sumber Daya Alam (SDA)
a)      Hayati
·         Terletak diantara dua samudera yang sangat ramai pelayarannya, ditambah dengan kekayaan flora, fauna dan sumber-sumber mineral, akan sangat menunjang perdagangan dan menambah sumber devisa negara.
·         Terletak diantara dua benua besar menyebabkan Indonesia memiliki musim yang bergantian setiap enam bulan sekali yang sangat berpengaruh baik terhadap usaha perkebunan dan sebagainya, seperti teh, karet, kopi, tebu, tembakau, dan sebagainya.
b)      Material
·         Karena terletak pada daerah muda, sangat dimungkinkan pengekploitasian terhadap sumber-sumber mineral, seperti minyak bumi, batu bara, besi, nikel, dan lain-lain.
2)      Kekayaan Budaya
a)      Indonesia secara sosiogegrafis dan kultural terletak di persimpangan jalan antara Benua Asia dan Australia yang terdiri dari berbagai bangsa. Hal ini menyebabkan akulturasi budaya sehingga Indonesia kaya akan aneka ragam budaya.
b)      Keunikan budaya daerah
·         Tiap-tiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda-beda dan kebiasaan masyarakat setempat merupakan suatu keunikan budaya.
·         Masing-masing suku bangsa mempunyai keragaman budaya. Bentuk keragaman budaya tersebut meliputi adat istiadat, upacara adat, pakaian adat, rumah adat, dan senjata tradisional, lagu daerah, kesenian daerah, serta alat musik khas daerah dan lain sebagainya.
·         Nilai-nilai budaya dapat memperkaya budaya nasional. Kita harus dapat mengambil nilai-nilai positif dari budaya-budaya daerah. Sikap bangga dengan budaya daerah lain berarti bangga dengan budaya nasional.
·         Sikap positif terhadap budaya daerah atau budaya nasional akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan persatuan yang kokoh, negara menjadi tangguh dan kuat, terhindar dari ancaman dalam negeri maupun luar negeri seperti peribahasa “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”.
6.      Sejarah Perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya terbentuknya NKRI
a.       Pada Masa Penjajahan
Timbulnya penjajahan di Indonesia secara grafis disebabkan oleh dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu kondisi politik, ekonomi dan sosial budaya yang memungkinkan bangsa lain memasuki Indonesia untuk berdagang yang kemudian berusaha  menguasai perdagangan. Sedangkan faktor eksternal yaitu kondisi yang terjadi di negara-negara Barat sehingga mereka mengadakan ekspansi ke seluruh dunia.
1)      Penjajahan Potugis
Portugis mengadakan ekspansi ke arah timur disebabkan oleh perjanjian Tordesilas oleh Paus Alexandder VI di Roma. Setelah Portugis berhasil menguasai Asia Tenggara khususnya selat Malaka ( 1511 ) dari sinilah Portugis mengirimkan angkatan perangnya ke Maluku yang di pimpin oleh Antonio d’Abreu.
Ketika orang Portugis datang di Maluku, Hitu dan Seram, mereka sedang berselisih dan Portugis memihak Hitu. Di tempat lain, kedatangan Portugis di Ternate diterima baik oleh penguasa setempat karena Portugis dianggap sekutu dalam menghadapi kerajaan lainnya separti Tidore. Maka sebagai imbalan Portugis menuntut hak monopoli perdagangan cengkeh.
Akibat nafsu serakah Portugis dengan memaksa sistem monopoli menyebabkan timbulnya perlawanan dimana-mana di seluruh nusantara, khususnya di pusat-pusat kekuasaan Islam. Kerajaan Islam yang berhadapan langsung dengan Portugis ialah Demak, Ternate, dan Aceh.
2)      Penjajahan Spanyol
Spanyol menjajah Indonesia hanya sementara karena mereka lebih memfokuskan kekuasaannya di Philipina, walaupun hanya sementara namun termasuk bangsa yang pernah menduduki Indonesia.
Sesuai dengan hasil perjajnjian Tordesislas bahwa Spanyol mendapat bangian wilayah Barat, rombongan kapal Spanyol bertolak dari negerinya menuju ke arah Barat di bawah pimpinan Magelhaen. Setelah melintasi Samudra Atlantik, mereka tiba di Amerika Selatan. Setelah melintasi Samudra Pasifik, tiba di Philipina. Magelhaen sendiri tewas dalam perang dengan penduduk pulau Cebu di Philipina, tetapi rombongannya meneruskan perjalanan ke Maluku dan tiba di Tidore tahun 1521.
Waktu itu Tidore dipimpin oleh Sultan Al-Mansur, rombongan Spanyol ini disambut baik oleh Sultan Tidore dengan ramah tamah. Hal ini disebabkan Tidore sedang berselisih dengan Ternate, maka Tidore mencari dukungan seperti halnya Ternate didukung Portugis. Namun akhirnya kedua bangsa ini mengadakan kesepakatan dan hasil kesepakatan Portugis memperoleh Maluku, sedangkan Spanyol memperoleh Filipina, maka mundurlah Spanyol dari Maluku dan memutuskan perhatiannya di Philipina.
3)      Penjajahan Inggris
Pelayaran orang-orang Inggris ke kawasan Asia Tenggara dan dunia timur pada umumnya tertinggal jika dibandingkan dengan pelayaran orang-orang Portugis. Hal ini disebabkan perhatian orang Inggris lebih dicurahkan ke benua Amerika disamping belum mengetahui betul jalan menuju ke timur yang melewati Tanjung Harapan.
Pada waktu itu ada dua pendapat tentang sikap yang harus diputuskan oleh Inggris dalam menghadapi Portugis. Pendapat pertama meminta membantu Portugis, dengan imbalan mendapat hak monopoli dari Portugis. Sedangkan pendapat ke dua, agar Inggris segera merebut hak monopoli perdagangan dari Portugis dan segera menggunakan jalur perdagangan laut melalui Tanjung Harapan. Namun, pendapat kedua yang lebih kuat.
Berita tentang berhasilnya Cornelis de Houtman sampai di Banten menggugah pelaut-pelaut Inggris untuk mengadakan pelayaran kembali ke dunia timur. Sesampainya di wilayah nusantara, Inggris diperlakukan sebagai lawan oleh Belanda padahal di Eropa, Belanda adalah sekutu Inggris.
Sejak tahun 1610 hubungan antara Inggris dengan Belanda semakin memburuk. Nampak kekuatan Belanda lebih unggul dibandingkan dengan kekuatan Inggris. Usaha menyelesaikan perselisihan antara VOC dan EIC dengan jalan perdamaian ternyata gagal.
Walaupun Inggris berusaha menjelaskan kepada Belanda bahwa kedatangan di Maluku lebih dahulu daripada Belanda sehingga lebih berhak untuk mendapatkan sistem monopoli perdagangan, Belanda mengemukakan alasan bahwa mereka mendapatkan hak monopoli perdagangan ini setelah mengeluarkan biaya cukup besar dalam persaingan melawan Portugis dan Spayol.
4)      Penjajahan Belanda
Motivasi kehadiran Belanda ke Indonesia semata-mata didorong oleh upaya mencari sendiri rempah-rempah ke Indonesia sehingga awal kedatangannya tidak dianggap membahayakan kedudukan penguasa-penguasa pribumi.
Ekspedisi pertama tahun 1596 dipimpin oleh Cornelis de Houtman berhasil mendarat di Banten, Jawa Barat. Pada tanggal 20 Maret 1602 dibentuklah kongsi dagang Belanda yang diberi nama VOC. Tujuannya adalah mencari kuntungan sebesar-besarnya dengan jalan melawan persaingan baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Perkembangan VOC selanjutnya identik dengan imperialisme barat lainnya yang memaksakan monopoli perdagangan sehingga menyulut perlawanan dimana-mana.
Akhirnya VOC harus memikul beban yang sangat berat yaitu melawan saingannya seperti Inggris dan Perancis yang semakin kuat. Sementara itu di tubuh VOC sendiri semakin keropos akibat korupsi sehingga pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan.
5)      Penjajahan Jepang
Kehadiaran Jepang ke Indonesia dimulai dengan jalan membuka kota-kota pelabuhan untuk kontak perdagangan dengan bangsa barat yang dampaknya sangat baik untuk kemajuan Jepang sendiri.
Moderenisasi Jepang diawali dengan Gerakan Restorasi Meiji atau usaha pemulihan kepada kekuasaan kepada Tenno Meiji. Masa pemerintahan Meiji Tenno (1867-1912) merupakan masa permbaharuan dan kemajuan negeri Jepang yang menakjubkan di berbagai bidang, sehingga menyejajarkan Jepang dengan bangsa barat.
Setelah Perang Dunia I adalah tahap permulaan masa generasi baru di Jepang, yang mempengaruhi kebijaksanaan politik Jepang. Salah satunya adalah Baron Tanaka yang mengajukan dokumen rahasia (Tanaka memorial) kepada kaisar yang berisikan suatu doktrin bahwa bangsa Jepang memikul suatu tugas suci, untuk memimpin bangsa-bangsa di Asia timur.
Kedatangan Jepang di Indonesia tidak medapat perlawanan bahkan disambut dengan senang hati sebagai saudara tua yang akan membebaskan rakyat Indonesia dari penindasan dan penjajah bangsa barat.

b.      Pendirian Bangsa Indonesia
Sejarah bangsa Indonesia dimulai sejak berdirinya negara Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945. Proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945 berarti sejak saat itu bangsa Indonesia mulai menyusun pemerintahannya sendiri. Proklamasi kemerdekaan merupakan sumber hukum bagi pembentukan NKRI.
Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Bunyi UUD 1945 pasal 1 ayat (1): “ Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik “.
Negara kesatuan republik adalah negara dengan pemerintahan rakyat yang dikepalai oleh presiden. Presiden adalah sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
Negara Indonesia adalah negara kesatuan dan bentuk pemerintahannya adalah republik.

c.       Perlawanan Bangsa Indonesia Yang Bersifat Kedaerahan
Monopoli perdagangan, kerja paksa, penarikan pajak, sewa tanah, dan tanam paksa menimbulkan banyak kerugian dan membuat sengsara rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia tidak tahan lagi. Rakyat Indonesia melakukan perlawanan memperjuangkan martabat dan kemerdekaannya. Dari seluruh penjuru tanah air timbul perlawanan terhadap penjajah Belanda.
1)      Perlawanan Terhadap VOC
Pada saat VOC berkuasa di Indonesia terjadi beberapa kali perlawanan. Pada tahun 1628 dan 1629, Mataram melancarkan serangan besar-besaran terhadap VOC di Batavia. 
Sultan Agung mengirimkan ribuan prajurit untuk menggempur Batavia dari darat dan laut. Di Sulawesi Selatan VOC mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia di bawah pimpinan Sultan Hassanuddin. 
Perlawanan terhadap VOC di Pasuruan Jawa Timur dipimpin oleh Untung Suropati. Sementara Sultan Ageng Tirtayasa mengobarkan perlawanan di daerah Banten.
2)      Perlawanan Pattimura (1817)
Belanda melakukan monopoli perdagangan dan memaksa rakyat Maluku menjual hasil rempah-rempah hanya kepada Belanda, menentukan harga rempah-rempah secara semena-mena, melakukan pelayaran hongi, dan menebangi tanaman rempahrempah milik rakyat. Rakyat Maluku berontak atas perlakuan Belanda.
Dipimpin oleh Thomas Matulessi yang nantinya terkenal dengan nama Kapten Pattimura, rakyat Maluku melakukan perlawanan pada tahun 1817. Pattimura dibantu oleh Anthony Ribok, Philip Latumahina, Ulupaha, Paulus Tiahahu, dan seorang pejuang wanitaChristina Martha Tiahahu. Perang melawan Belanda meluas ke berbagai daerah di Maluku, seperti Ambon, Seram, Hitu, dan lain-lain.
Belanda mengirim pasukan besar-besaran. Pasukan Pattimura terdesak dan bertahan di dalam benteng. Akhirnya, Pattimura dan kawan-kawannya tertawan. Pada tanggal 16 Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di depan Benteng Victoria di Ambon.

3)      Perang Padri (1821-1837)
Perang Padri bermula dari pertentangan antara kaum adat dan kaum agama (kaum Padri). Kaum Padri ingin memurnikan pelaksanaan agama Islam. Gerakan Padri itu ditentang oleh kaum adat. Terjadilah bentrokan- bentrokan antara keduanya. Karena terdesak, kaum adat minta bantuan kepada Belanda. Belanda bersedia membantu kaum adat dengan imbalan sebagian wilayah Minangkabau. Pasukan Padri dipimpin oleh Datuk Bandaro. Setelah beliau wafat diganti oleh Tuanku Imam Bonjol. 
Pasukan Padri dengan taktik perang gerilya, berhasil mengacaukan pasukan Belanda. Karena kewalahan, Belanda mengajak berunding. Pada tahun 1925 terjadi gencatan senjata. Belanda mengakui beberapa wilayah sebagai daerah kaum Padri. Perang Padri meletus lagi setelah Perang Diponegoro berakhir. Tahun 1833 terjadi pertempuran hebat di daerah Agam. Tahun 1834 Belanda mengepung pasukan Bonjol. Namun pasukan Padri dapat bertahan sampai dengan tahun 1837. Pada tanggal 25 Oktober 1837, benteng Imam Bonjol dapat diterobos. Beliau tertangkap dan ditawan.

4)      Perang Diponegoro (1925-1830)
Perang Diponegoro berawal dari kekecewaan Pangeran Diponegoro atas campur tangan Belanda terhadap istana dan tanah tumpah darahnya. Kekecewaan itu memuncak ketika Patih Danureja atas perintah Belanda memasang tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api melewati makam leluhurnya. Dipimpin Pangeran Diponegoro, rakyat Tegalrejo menyatakan perang melawan Belanda tanggal 20 Juli 1825.
Diponegoro dibantu oleh Pangeran Mangkubumi sebagai penasehat, Pangeran Ngabehi Jayakusuma sebagai panglima, dan Sentot Ali Basyah Prawiradirja sebagai panglima perang. Pangeran Diponegoro juga didukung oleh para ulama dan bangsawan. Daerah-daerah lain di Jawa ikut berjuang melawan Belanda. 
Kyai Mojo dari Surakarta mengobarkan Perang Sabil. Antara tahun 1825-1826 pasukan Diponegoro mampu mendesak pasukan Belanda. Pada tahun 1827, Belanda mendatangkan bantuan dari Sumatra dan Sulawesi. Jenderal De Kock menerapkan taktik perang benteng stelsel. Taktik ini berhasil mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro. Banyak pemimpin pasukan Pangeran Diponegoro gugur dan tertangkap. Namun demikian, pasukan Diponegoro tetap gigih.
Akhirnya, Belanda mengajak berunding. Dalam perundingan yang diadakan tanggal 28 Maret 1830 di Magelang, Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda. Beliau diasingkan dan meninggal di Makassar.

5)      Perang Banjarmasin (1859-1863)
Penyebab perang Banjarmasin adalah Belanda melakukan monopoli perdagangan dan mencampuri urusan kerajaan. Perang Banjarmasin dipimpin oleh Pangeran Antasari. Beliau didukung oleh Pangeran Hidayatullah. Pada tahun 1862 Hidayatullah ditahan Belanda dan dibuang ke Cianjur. Pangeran Antasari diangkat rakyat menjadi Sultan. Setelah itu perang meletus kembali. Dalam perang itu Pangeran Antasari luka-luka dan wafat.

6)      Perang Bali (1846-1868)
Penyebab perang Bali adalah Belanda ingin menghapus hukum tawan karang dan memaksa Raja-raja Bali mengakui kedaulatan Belanda di Bali. Isi hukum tawan karang adalah kerajaan berhak merampas dan menyita barang serta kapal-kapal yang terdampar di Pulau Bali. Raja-raja Bali menolak keinginan Belanda.
Akhirnya, Belanda menyerang Bali. Belanda melakukan tiga kali penyerangan, yaitu pada tahun 1846, 1848, dan 1849. Rakyat Bali mempertahankan tanah air mereka. Setelah Buleleng dapat ditaklukkan, rakyat Bali mengadakan perang puputan, yaitu berperang sampai titik darah terakhir. Di antaranya Perang Puputan Badung (1906), Perang Puputan Kusumba (1908), dan Perang Puputan Klungkung (1908). Salah saut pemimpin perlawanan rakyat Bali yang terkenal adalah Raja Buleleng dibantu oleh Gusti Ketut Jelantik.

7)      Perang Sisingamangaraja XII (1870-1907)
Pada saat Sisingamangaraja memerintah Kerajaan Bakara, Tapanuli, Sumatera Utara, Belanda datang. Belanda ingin menguasai Tapanuli. Sisingamangaraja beserta rakyat Bakara mengadakan perlawanan. Tahun 1878, Belanda menyerang Tapanuli. Namun, pasukan Belanda dapat dihalau oleh rakyat.
Pada tahun 1904 Belanda kembali menyerang tanah Gayo. Pada saat itu Belanda juga menyerang daerah Danau Toba. Pada tahun 1907, pasukan Belanda menyerang kubu pertahanan pasukan Sisingamangaraja XII di Pakpak. Sisingamangaraja gugur dalam penyerangan itu. Jenazahnya dimakamkan di Tarutung, kemudian dipindahkan ke Balige.

8)      Perang Aceh (1873-1906)
Sejak terusan Suez dibuka pada tahun 1869, kedudukan Aceh makin penting baik dari segi strategi perang maupun untuk perdagangan. Belanda ingin menguasai Aceh. Sejak tahun 1873 Belanda menyerang Aceh. Rakyat Aceh mengadakan perlawanan di bawah pemimpin-pemimpin Aceh antara lain Panglima Polim, Teuku Cik Ditiro, Teuku Ibrahim, Teuku Umar, dan Cut Nyak Dien. Meskipun sejak tahun 1879 Belanda dapat menguasai Aceh, namun wilayah pedalaman dan pegunungan dikuasai pejuang-pejuang Aceh.
Perang gerilya membuat pasukan Belanda kewalahan. Belanda menyiasatinya dengan stelsel konsentrasi, yaitu memusatkan pasukan supaya pasukannya dapat lebih terkumpul. Belanda mengirim Dr. Snouck Hurgronje untuk mempelajari sistem kemasyarakatan penduduk Aceh. Dari penelitian yang dibuatnya, Hurgronje menyimpulkan bahwa kekuatan Aceh terletak pada peran para ulama. Penemuannya dijadikan dasar untuk membuat siasat perang yang baru. Belanda membentuk pasukan gerak cepat (Marchose) untuk mengejar dan menumpas gerilyawan Aceh.
Dengan pasukan marchose Belanda berhasil mematahkan serangan gerilya rakyat Aceh. Tahun 1899, Teuku Umar gugur dalam pertempuran di Meulaboh. Pasukan Cut Nyak Dien yang menyingkir ke hutan dan mengadakan perlawanan juga dapat dilumpuhkan.

Dari beberapa perlawanan yang dilakukan oleh rakyat di berbagai daerah pada awalnya mengalami kemenangan tetapi pada akhirnya mengalami kekalahan. Hal itu disebabkan karena beberapa hal, antara lain :
1.      Rakyat tidak bersatu, tetapi berjuang secara kedaerahan.
2.      Rakyat mudah diadu domba misalnya politik devide et impera.
3.      Kurangnya persenjataan.

Satu hal yang patut diingat dan diteladani adalah semangat dari para pejuang, yaitu:
1.      Semua para pahlawan berjuang dengan rela berkorban dan tanpa pamrih.
2.      Para pahlawan memiliki jiwa dan semangat hidup gotong royong yang tinggi.
3.      Perlawanan rakyat menunjukkan bahwa semua rakyat menolak segala bentuk penjajahan.

d.      Perlawanan Bangsa Indonesia Yang Bersifat Nasional
Perjuangan bangsa Indonesia pada dekade ini ditandai dengan lahirnya Organisasi Budi Utomo hingga tercetusnya Ikrar Sumpah Pemuda. Organisasi yang berkembang pada dekade ini memiliki karakteristik tersendiri, yaitu dalam memperjuangkan partainya ada yang menempuh jalan non-kooperatif dan kooperatif dengan pemerintahan kolonial. Namun pada hakikatnya, organisasi yang berkembang pada masa ini memiliki persamaan tujuan yakni mencapai Indonesia Merdeka. Organisasi yang cukup berperan dalam mencapai tujuan tersebut, antara lain adalah:
1)      Organisasi Budi Utomo ( 20 Mei 1908 )
Budi Utomo adalah organisasi pergerakan modern yang pertama di Indonesia dengan memiliki struktur organisasi pengurus tetap, anggota, tujuan dan juga rencana kerja dengan aturan-aturan tertentu yang telah ditetapkan. Budi utomo pada saat ini lebih dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu STM yang memiliki siswa yang suka tawuran, bikin rusuh, bandel, dan sebagainya. Biasanya anak sekolah tersebut menyebut dengan singkatan Budut / Boedoet (Boedi Oetomo). Pada artikel kali ini yang kita sorot adalah Budi Utomo yang organisasi jaman dulu, bukan yang STM.
Budi Utomo didirikan oleh mahasiswa STOVIA dengan pelopor pendiri Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang bertujuan untuk memajukan Bangsa Indonesia, meningkatkan martabat bangsa dan membangkitkan Kesadaran Nasional. Tanggal 20 Mei 1908 biasa diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional Indonesia.
Sebagai suatu organisasi yang baik, Budi Utomo memberikan usulan kepada pemerintah Hidia Belanda sebagai mana berikut ini:
·         Meninggikan tingkat pengajaran di sekolah guru baik guru bumi putera maupun sekolah priyayi.
·         Memberi beasiswa bagi orang-orang bumi putera.
·         Menyediakan lebih banyak tempat pada sekolah pertanian.
·         Izin pendirian sekolah desa untuk Budi Utomo.
·         Mengadakan sekolah VAK / kejuruan untuk para bumi putera dan para perempuan.
·         Memelihara tingkat pelajaran di sekolah-sekolah dokter jawa.
·         Mendirikan TK / Taman kanak-kanak untuk bumi putera.
·         Memberikan kesempatan bumi putra untuk mengenyam bangku pendidikan di sekolah rendah eropa atau sekolah Tionghoa - Belanda.
Kongres pertama budi utomo diadakan di Yogyakarta pada oktober 1908 untuk mengkonsolidasikan diri dengan membuat keputusan
sebagai berikut:
·         Tidak mengadakan kegiatan politik.
·         Bidang utama adalah pendidikan dan kebudayaan.
·         Terbatas wilayah jawa dan madura.
·         Mengangkat R.T. Tirtokusumo yang menjabat sebagai Bupati Karanganyar sebagai ketua.
Pemerintah Hindia-Belanda mengesahkan Budi Utomo sebaga badan hukum yang sah karena dinilai tidak membahayakan, namun tujuan organisasi Budi Utomo tidak maksimal karena banyak hal, yakni:
·         Mengalami kesulitan dinansial.
·         Kelurga R.T. Tirtokusumo lebih memperhatikan kepentingan pemerintah kolonial daripada rakyat.
·         Lebih memajukan pendidikan kaum priyayi dibanding rakyat jelata.
·         Keluarga anggota-anggota dari golongan mahasiswa dan pelajar.
·         Bupati-bupati lebih suka mendirikan organisasi masing-masing.
·         Bahasa belanda lebih menjadi prioritas dibandingkan dengan Bahasa Indonesia.
·         pengaruh golongan priyayi yang mementingkan jabatan lebih kuat dibandingkan yang nasionalis.

2)      Organisasi Sarekat Islam (1911 )
Serikat Islam adalah perkembangan bentuk dari serikat dagang Islam (SDI), di Solo, oleh H Samanhudi dan kawan-kawan, 16 Oktober 1905. Tahun 1911 oleh haji semanhudi, atas anjuran dari HOS Colkroaminoto, kata dagang dari SDI dihilangkan dengan maksud agar ruang gerkanya lebih luas lagi, tidak hanya dalam perdagangan saja.
Adapun faktor-faktor yang mendorong didirikannya serikat Islam antara lain faktor ekonomi yaitu untuk memperkuat diri menghadapi Cina yang memepermainkan penjualan harga bahan baku batik. Hal ini terjadi akibat adanya diskriminasi dan eksploitasi dari penjajah, semua pengalaman yang mengecewakan itu menyebabkan menghalangi perekonomian bangsa Indonesia, dan akibatnya menimbulkan solidaritas.
Solidaritas ini diwujudkan dalam bentuk reaksi yang diucapkan dan agitasi yang keras terhadap orang-orang asing, terutama terhadap orang-orang Cina. Karena usaha dagangnya timbullah rasa benci dari pihak pergerakan nasional Indonesia, seperti SI misalnya, karena SI memang merupakan manifestasi dari keinginan berdagang.
Basis agama memperkuat usaha-usaha ini dan memperluas penyeberannya pada waktu yang singkat; bahkan di beberapa kota tujuan ekonomilah yang yang diutamakan. Usaha-usaha SI ynag bersifat ekonomi menyebabkan organisasi-organisasi lain menjadi lebih sensitif terhadap masalah-masalah ekonomi.
Kasus diskriminasi tersebut meluap saat tindakan-tindakan terhadap pedagangn-pedagang ina di Solo san Surabaya, yang dilancarkan oleh pengikut-pengikut SI pada tahun 1912-1913, dilandasi emosi yang meluap-luap.
Tujuan dari serikat Islam yang lain adalah mengembangkan jiwa dagang diantara para pedagang-pedagang local yang masih tabu dan awam dalam melakukan perdagangan dengan cara yang baik dan professional juga dengan membantu anggotanya yang mengalami kesulitan dalam usahanya, misalkan saja kesulitan dalam hal-hal financial ataupun kesulitan pasar. Di sisi lain dengan syarikat Islam yang berideologi Islam merkea juga tidak ketinggalan untuk mencoba memperbaiki pendapat kalayak ramai yang keliru memandang agama Islam. Dan mengajurkan anggotanya ataupun public hidup menurut ajaran agama Islam.
Di sisi lain faktor agama yaitu untuk memajukan agama Islam adalah salah satu tujuan dari SI karena anggota-anggota inti SI berasal dari kaum pedagang yang memilih agama sebagai dasar organisasi mereka; inilah sebabnya mengapa mreka berhasil menarik golongan bwah, yakni kaum petani dan kaum buruh prabrik.
Ketika berkembang dan makin menguatnya aksentuasi politik pada gerakannya, maka SDI pun berubah menjadi SI yang seperti telah dijelaskan diatas, khususnya setelah ikut bergabungnya sang pemberontak, HOS Tjokroaminoto. Pergerakan kaum yang sebelumnya terkonsentrasi pada gerakan dagang untuk menekan dominasi kaum Cina Perantauan dan memberikan keseimbangan secara ekonomi pada kaum Bumi Putera, kian meluas, dengan titik tekan kepada kehendak melawan kaum imperialis Eropa. Politik dan kekuasaan menjadi mainstream pergerakan ketika itu.
HOS Tjokroaminoto itulah yang meletakkan nilai-nilai dasar pergerakan kaum terjajah dengan bertumpu pada dimensi religiusitas dengan akar keislaman, nasionalisme keindonesian, dan kerakyatan (demokrasi) bagi kebangunan kaum Bumi Putera (Inlander). Titik tujuanya adalah kehendak mengenyahkan penjajah Belanda, dan diraihnya sebuah pemerintahan sendiri yang dipegang, ditentukan, dan dijalankan oleh bangsa Indonesia secara mandiri.
Menjelang tahun 1921, karena penaruh kaum buruh pabrik dan proletariat kota, SI menunjukan tanda tanda menuju kea rah organisasi kaum pekerja.
Krisis SI pada tahun 1921 berakhir dengan dikeluarkannya ansir-anasir sosialis atas dasar disiplin partai. Tanda disintegrasi di dalam Si selanjutnya, dan yang sangat mengganggu posisinya, disebabkan olehadanya kyai-kyai sebagai kelompok social yang konservatif, dan golongan modern, terutama ygn terdiri atas kaum intelektual yang mencita-citakan Pan Islamisme.
Karena corak demokratis dan militant tersebut mendekatkan serikat Islam (cabang-cabangnya) dan para pemimpinnya kepada ajaran Marxis seperti ISDV (Indische Social Democratische Vereeniging) yang didirika Snevliet tahun 1914 yang berpaham sosialis. Snevliet melakukan penysupan-penysupan ke dalam sSI dan berhasil mempengaruhi tokoh-tokohnya sehingga dampak dari hal tesebut banyak angoota dari SI yang menjadi sosialis terutama cabang Semarang.
Dengan adanya paham itu, petentangan pun tidak dapati dihindarkan lagi sehingga SI pecah menjadi dua, yaitu SI putih, tetap berpegang pada dasar-dasar keislaman. Sarekat putih dipimpin oleh Agus Salim dan Abdoe Moeis. Sedangkan Si merah yang berapaham marxis dibawah pimpinan Semaun dan Tan Malaka.

3)      Indische Partij ( 25 Desember 1912 )
Indische Partij adalah partai politik pertama di Hindia Belanda, berdiri tanggal 25 Desember 1912. Didirikan oleh tiga serangkai, yaitu E.F.E. Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara. Maksudnya adalah untuk mengganti Indische Bond yang merupakan organisasi orang-orang Indo dan Eropa di Indonesia.
Hal ini disebabkan adanya keganjilan-keganjilan yang terjadi (diskriminasi) khususnya antara keturunan Belanda totok dengan orang Belanda campuran (Indo). IP sebagai organisasi campuran menginginkan adanya kerja sama orang Indo dan bumi putera. Hal ini disadari benar karena jumlah orang Indo sangat sedikit, maka diperlukan kerja sama dengan orang bumi putera agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat.
Indische Partij, yang berdasarkan golongan indo yang makmur, merupakan partai pertama yang menuntut kemerdekaan Indonesia. Partai ini berusaha didaftarkan status badan hukumnya pada pemerintah kolonial Hindia Belanda tetapi ditolak pada tanggal 11 Maret 1913, penolakan dikeluarkan oleh Gubernur Jendral Idenburg sebagai wakil pemerintah Belanda di negara jajahan. Alasan penolakkannya adalah karena organisasi ini dianggap oleh pemerintah kolonial saat itu dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan bergerak dalam sebuah kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.
Selain itu juga disadari betapa pun baiknya usaha yang dibangun oleh orang Indo, tidak akan mendapat tanggapan rakyat tanpa adanya bantuan orang-orang bumiputera. Perlu diketahui bahwa E.F.E Douwes Dekker dilahirkan dari keturunan campuran, ayah Belanda, ibu seorang Indo. Indische Partij merupakan satu-satunya organisasi pergerakan yang secara terang-terangan bergerak di bidang politik dan ingin mencapai Indonesia merdeka. Tujuan Indische Partij adalah untuk membangunkan patriotisme semua indiers terhadap tanah air. IP menggunakan media majalah Het Tijdschrifc dan surat kabar De Expres pimpinan E.F.E Douwes Dekker sebagai sarana untuk membangkitkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air.
Tujuan dari partai ini benar-benar revolusioner karena mau mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan pemerintah kolonial. Tindakan ini terlihat nyata pada tahun 1913. Saat itu pemerintah Belanda akan mengadakan peringatan 100 tahun bebasnya Belanda dari tangan Napoleon Bonaparte (Perancis). Perayaan ini direncanakan diperingati juga oleh pemerintah Hindia Belanda. Adalah suatu yang kurang pas di mana suatu negara penjajah melakukan upacara peringatan pembebasan dari penjajah pada suatu bangsa yang dia sebagai penjajahnya.
Hal yang ironis ini mendatangkan cemoohan termasuk dari para pemimpin Indische Partij. R.M. Suwardi Suryaningrat menulis artikel bernada sarkastis yang berjudul Als ik een Nederlander was (Andaikan aku seorang Belanda).
Akibat dari tulisan itu R.M. Suwardi Suryaningrat ditangkap. Menyusul sarkasme dari Dr. Cipto Mangunkusumo yang dimuat dalam De Expres tanggal 26 Juli 1913 yang diberi judul Kracht of Vrees?, berisi tentang kekhawatiran, kekuatan, dan ketakutan. Dr. Tjipto pun ditangkap, yang membuat rekan dalam Tiga Serangkai, Douwes Dekker mengkritik dalam tulisan di De Express tanggal 5 Agustus 1913 yang berjudul Onze Helden: Tjipto Mangoenkoesoemo en Soewardi Soerjaningrat (Pahlawan kita: Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat). Kecaman-kecaman yang menentang pemerintah Belanda menyebabkan ketiga tokoh dari Indische Partij ditangkap. Pada tahun 1913 mereka diasingkan ke Belanda. Douwes Dekker dibuang ke Kupang, NTT sedangkan Dr. Cipto Mangunkusumo dibuang ke Pulau Banda.
Namun pada tahun 1914 Cipto Mangunkusumo dikembalikan ke Indonesia karena sakit. Sedangkan Suwardi Suryaningrat dan E.F.E. Douwes Dekker baru kembali ke Indonesia pada tahun 1919. Suwardi Suryaningrat terjun dalam dunia pendidikan, dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara, mendirikan perguruan Taman Siswa. E.F.E Douwes Dekker juga mengabdikan diri dalam dunia pendidikan dan mendirikan yayasan pendidikan Ksatrian Institute di Sukabumi pada tahun 1940. Dalam perkembangannya, E.F.E Douwes Dekker ditangkap lagi dan dibuang ke Suriname, Amerika Selatan.

4)      Perhimpunan Indonesia ( 1908 )
Berdirinya PI berawal dari didirikannya Indosche Vereniging tahun 1908 di Belanda, organisasi ini bersifat moderat (selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem) sebagai perkumpulan sosial mahasiswa Indonesia di Belanda untuk memperbincangkan masalah dan persoalan tanah air.
Pada awalnya Perhimpunan Indonesia merupakan organisasi sosial.Memasuki tahun 1913, dengan dibuangnya tokoh Indische Partij ke Belanda maka dibuatlah pokok pemikiran pergerakan yaitu Hindia untuk Hindia yang menjadi nafas baru. Perkumpulan mahasiswa Indonesia. Iwa Kusumasumantri sebagai ketua menyatakan 3 azaz pokok Indische Vereeniging yaitu:
·         Indonesia menentukan nasibnya sendiri.
·         Kemampuan dan kekuatan sendiri.
·         Persatuan dalam menghadapi Belanda
Tahun 1925 Indische Vereeniging berubah menjadi Perhimpunan Indonesia dengan tujuannya Indonesia merdeka. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh aktivis PI Belanda maupun di luar negeri, diantaranya ikut serta dalam kongres Liaga Demikrasi Perdamaian Internasional tahun 1926 di Paris, dalam kongres itu Mohammad Hatta dengan tegas menyatakan tuntutan akan kemerdekaan Indonesia. Demikian pula pendapat-pendapat mereka banyak disampaikan ke tanah air.
Aksi-aksi yang dilakukan menyebabkan Hatta dkk. dituduh melakukan pemberontakan terhadap Belanda. Karena dituduh menghasut untuk pemberontakan terhjadap Bealnada maka tahun 1927 tokoh-tokoh PI diantaranya M. Hatta, Nasir Pamuncak, Abdul Majid Djojonegoro dan Ali Sastroamijoyo ditangkap Karena status anggota PI sebagai mahasiswa membawa posisi mereka tanpa ikatan sosial politik tertentu dan tidak memiliki kepentingan untuk mempertahankan kedudukan, sehingga mereka tidak khawatir dalam bertindak terang-terangan melawan pemerintah Bealnda Organisasi ini juga membuat lambang untuk Indonesia diantaranya merah putih sebagai bendera.
Semenjak berakhirnya PD I perasaan anti kolonialis dan imperialis di kalangan pimpinan dan anggota PI semakin menonjol, apalagi setelah ada seruan dari Presiden AS, Woodrow Wilson mengenai hak untuk menetukan nasib bangsa sendiri. Tahun 1925 PI semakin tegas memasuki kancah politik, yang juga didorong juga oleh kebangkitan nasionalisme di Asia-Afrika. Disamping itu, mengusahakan suatu pemerintahan untuk Indonesia, yang bertanggung jawab kepada rakyat Indonesia semata-mata, dan hal yang demikian itu hanya bias dicapai oleh rakyat Indonesia sendiri tanpa mengharapkan bantuan siapapun dan pada prinsipnya menghindarkan perpecahan demi tercapainya tujuan.
Dengan pemikiran yang demikian tegas, wajarlah apabila PI menjadi satu ancaman terhadap kredibilitas pemerintah Belanda dalam menjalankan kolonialismenya di Indonesia.dan diadili.
5)      Partai Nasional Indonesia
PNI didirikan tanggal 4 Juli 1927. Kehadiran PNI benar-benar jadi tantangan pemerintah Hindia Belanda karena organisasi ini benar-benar menunjukkan perlawanannya.
Partai Nasional Indonesia (PNI) bermula dari orang Algemenee Studie Club di Bandung tahun 1926, Ir. Sukarno dkk seperti Mr. Sumaryo, Ali Sastroamijoyo, & Mr. Sartono bermaksud menggalang perjuangan melalui organisasi yang bertujuan untuk kemerdekaan Indonesia.
PNI merupakan organisasi politik yang ekstrim dan radikal yang tentu saja berlawanan dengan keinginan pemerintah Belanda. Oleh karena itu berkali-kali tokoh-tokohnya diperingatkan agar tidak melakukan kegiatan, terutama yang berhubungan dengan massa, seperti rapat-rapat umum. Mengapa rapat umum dilarang, karena biasanya rapat umum menarik ribuan massa untuk berkumpul.
Walaupun demikian, semangat pantang menyerah tokoh PNI tetap berkobar, bahkan pada tanggal 17-18 Desember 1927, PNI berhasil memelopori terbentuknya organisasi sosial politik se Indonesia dalam bentuk (PPPKI). Permufakatan perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia. Kegiatan-kegaitan yang dilakukan oleh tokoh PNI menyebabkan pemerintah Hindia Belanda kehilangan kesabaran sehingga melakukan penangkapan terhadap tokoh-tokoh PNI, seperti Ir. Soekarno, Maskun, Supriadinata dan Gatot Mangkupradja.Mereka kemudian diadili dan dimasukkan penjara suka miskin Bandung.
Organisasi pemuda yang pertama berdiri adalah Trikoro Darmo yang kemudian berubah nama menjadi Jong Java. Setelah munculnya Jong Java, berdiri organisasi pemuda yang serupa dengan nama suku atau daerahnya masing- masing, seperti Jong Sumatranen Bod, Jong Celebes, Jong ambon, dll. Semua organisasi kedaerahan ini punya tujuan yang sama untuk memajukan Indonesia dan mencapai kemerdekaan. Para pemuda tersebut secara langsung tidak berkiprah dalam gerakan yang bercorak politik, namun lebih mengarah pada usaha untuk memajukan kebudayaan daerah masing-masing.


6)      Partai Indonesia Raya
Partai Indonesia Raya atau Parindra adalah suatu partai politik yang berdasarkan nasionalisme Indonesia dan menyatakan tujuannya adalah Indonesia Mulia dan Sempurna (bukan Indonesia Merdeka). Parindra menganut azas cooperatie alias bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda dengan cara duduk di dalam dewan-dewan untuk waktu yang tertentu.
Dr. Soetomo, salah seorang pendiri Budi Utomo, pada akhir tahun 1935 di kota Solo, Jawa Tengah berusaha untuk menggabungkan antara PBI (Persatuan Bangsa Indonesia), Serikat Selebes, Serikat Sumatera, Serikat Ambon, Budi Utomo, dan lainnya, sebagai tanda berakhirnya fase kedaerahan dalam pergerakan kebangsaan, menjadi Partai Indonesia Raya atau Parindra. PBI sendiri merupakan klub studi yang didirikan Dr. Soetomo pada tahun 1930 di Surabaya, Jawa Timur.
Parindra berusaha menyusun kaum tani dengan mendirikan Rukun Tani, menyusun serikat pekerja perkapalan dengan mendirikan Rukun Pelayaran Indonesia (Rupelin), menyusun perekonomian dengan menganjurkan Swadeshi (menolong diri sendiri), mendirikan Bank Nasional Indonesia di Surabaya, serta mendirikan percetakan-percetakan yang menerbitkan surat kabar dan majalah.
Kegiatan Parindra ini mendapat semakin mendapatkan dukungan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada saat itu, van Starkenborg, yang menggantikan de Jonge pada tahun 1936. Gubernur Jenderal van Starkenborg memodifikasi politiestaat peninggalan de Jonge, menjadi beambtenstaat(negara pegawai) yang memberi konsensi yang lebih baik kepada organisasi-organisasi yang kooperatif dengan pemerintah Hindia Belanda.
Pada tahun 1937, Parindra memiliki anggota 4.600 orang. Pada akhir tahun 1938, anggotanya menjadi 11.250 orang. Anggota ini sebagian besar terkonsentrasi di Jawa Timur. Pada bulan Mei 1941 (menjelang perang Pasifik), Partai Indonesia Raya diperkirakan memiliki anggota sebanyak 19.500 orang.
Dalam kongres pertama tahun 1937, hasil yang telah dicapai organisasi ini dalam kurun waktu dua tahun, antara lain:
·         Sikap kooperasi maupun non-kooperasi bukanlah suatu prinsip.
·         mengusahakan peningkatan jumlah wakil dalam dewan rakyat.
·         setiap cabang dipebolehkan mengirimkan calon anggota dewan.
·         setiap wakil dalam dewan harus taat dan setia kepada partai.
Selain itu kongres juga berhasil menyusun sebuah mosi, yang isinya antara lain:
·         mendesak pemerintah untuk memperhatikan pendidikan dengan cara mendirikan sekolah-sekolah baru.
·         mendesak pemerintah menijau kembali badan-badan hokum anak negeri yang selama ini selalu diawasi dan ditekan.
Setelah Dr. Sutomo meninggal pada bulan Mei 1938, kembali diadakan kongres kedua pada bulan Desember 1938 terutama untuk memilih pengganti sutomo, maka dalam kongres sepakat ketua dipilih adalah Wuryaningrat. disamping memilih pengurus organisasi, kongres juga memutuskan hal-hal sebagai berikut :
·         memperkecil pwngangguran dengan memperkuat ekonomi rakyat.
·         memperbesar anggaran untuk pekerjaan umum.
·         memperjuangkan jam kerja untuk buruh dan jaminan asuransi
·         tidak memindahkan kemiskinan melalui program transmigrasi
·         perbaikan system hukum.
Salah satu bukti kedekatan Parindra dengan Jepang yaitu ketika Thamrin meninggal dunia, para anggota Parindra memberikan penghormatan dengan mengangkat tangan kanannya. Bukti lain adalah pembentukan gerakan pemuda yang disebut Surya Wirawan (Matahari Gagah Berani), yang disinyalir nama ini bertendensi dengan negara Jepang.
Dengan demikian Parindra digambarkan sebagai partai yang bekerjasama dengan pemerintahan Hindia Belanda di awal berdirinya, akan tetapi dicurigai di akhir kekuasaan Hindia Belanda di Indonesia pada tahun 1942 sebagai partai yang bermain mata dengan Jepang untuk memperoleh kemerdekaan.



7)      Gabungan Politik Indonesia
Pada tahun 1939 terbentuklah organisasi baru, yaitu Gabungan Politik Indonesia selanjutnya disebut GAPI. dari namanya dapat kita lihat bahwa organisasi ini merupakan gabungan organisasi pergerakan dengan tujuan mempersatukan semua partai politik Indonesia. sedangkan dasar gerakannya adalah :
·         Hak mengatur diri sendiri
·         Persatuan Bangsa
·         demokrasi dalam politik untuk mencapai cita-cita
Salah satu keberhasilan GAPI adalah Indonesia berparlemen, serta kerja besar lainya adalah mengakui Merah Putih sebagai Benderanya, Indonesia Raya sebagai lagu persatuan dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Tuntutan Indonesia berparlemen seolah-olah kurang mendapat perhatian dari pemerintah maka GAPI terus memancarkan resolusi atas sikap tidak peduli pemerintah. dibawah tekanan perang dan resolusi dari GAPI akhirnya pemerintah membentuk komisi untuk mendengarkan penjelasan secara rinci mengenai tuntutan Indonesia berparlemen. Komisi ini dipimpin oleh Visman maka terkenal dengan nama Komisi Visman.
Kemunduran GAPI sebenarnya hanya disebabkan oleh anggota GAPI sendiri, seperti kita tahu bhwa GAPI merupakan gabungan dari partai-partai politik dan non-politik, kondisi ini menyebabkan sering terjadinya hal yang tidak seirama yang mengakibatkan perpecahan diantara anggota yang sangat merugikan persatuan dan kesatuan bangsa.

8)      Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.
Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

Sumpah Pemuda

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanahIndonesia
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda ( Ejaan yang disempurnakan )

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

1)      Indonesia Merdeka
Indonesia memperoleh kemerdekaannya sejak diumumkannya proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945. Proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945 berarti sejak saat itu bangsa Indonesia mulai menyusun pemerintahannya sendiri. Proklamasi kemerdekaan merupakan sumber hukum bagi pembentukan NKRI.
Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Bunyi UUD 1945 pasal 1 ayat (1) : “ Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik “

2)      Latar Belakang Terentuknya Republik Indonesia Serikat
Salah satu keputusan KMB di Den Haag Belanda adalah Indonesia menjadi negara serikat dengan nama Republik Indonesia Serikat. untuk membentuk RIS tersebut, pada tanggal 14 Desember 1949 para wakil pemerintah yang akan menjadi bagian dari RIS, NIP, dan DPR mengadakan sidan di jakarta. sidang tersebut berhasil menyetujui naskah konstitusi untuk RIS yang dikenal sebagai UUD RIS. pada tanggal 16 Desember 1949 diadakan sidang pemilihan presiden RIS di gedung Kepatihan, Yogyakarta oleh wakil dari enam belas negara bagian. sidang itu dipimpin oleh ketua dan wakil ketua panitia persiapan nasional, Muh.Roem dan Anak Agung Gede Agung. calon presiden RIS adalah Ir. Sukarno sebab ketokohannya paling populer, baik diwilayah RI maupun di lingkungan BFO.
Pada tanggal 17 Desember 1949 diadakan upacara pelantikan presiden RIS di Bangsal Sitinggil, Keraton Yogyakarta. setelah dilantik, presiden sukarno menunju empat formatur kabinet, yaitu Drs. Moh. Hatta, Sri Sultan Hamengku Buwana IX, Anak Agung Gede Agung, dan Sultan Hamid Algadrie. Drs. Moh. Hatta terpilih menjadi perdana menteri yang akan memimpin Kabinet RIS. berdasarkan UUD RIS, maka DPR-RIS terdiri atas Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Negara yang disebut Senat. jumlah anggota DPR ada 150 orang, terdiri atas 50 orang dari RI dan 100 orang dari lingkungan BFO. jumlah anggota senat ada 32 orang. Setiap negara bagian mengirimkan dua orang wakilnya. Kepala Negara RIS adalah Presiden. Presiden RIS berstatus sebagai presiden konstitusional sehingga tidak mempunyai kekuasaan untuk memerintah. Kekuasaan pemerintahan dipegang oleh perdana menteri.
Presiden hanya mempunyai wewenang untuk mengesahkan hasil putusan kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri. Dengan demikian, sistem demokrasi yang diterapkan pada RIS adalah demokrasi Liberl seperti yang diterapkan di Belanda dan RI sejak Sultan Syahrir berkuasa.

3)      Akhir Pemerintahan RIS dan kembalinya NKRI
Negara RIS buatan Belanda tidak dapat bertahan lama karena muncul tuntutan-tuntutan untuk kembali ke dalam bentuk NKRI sebagai perwujudan dari cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. Gerakan menuju pembentukan NKRI mendapat dukungan yang kuat dari seluruh rakyat. Banyak Negara-negara bagian satu per satu menggabungkan diri dengan Negara bagian Republik Indonesia.
Pada tanggal 10 Februari 1950 DPR Negara Sumatera Selatan memutuskan untuk menyerahkan kekuasaannya pada RI. Tindakan semacam ini dengan cepat dilakukan oleh Negara-negaa bagian lainnya ynag cenderung untu menghapuskan Negara-negara bagian dan menggabungkan diri ke dalam RI. Pada akhir Maret 1950, hanya tersisa empat Negara bagian dalam RIS, yaitu Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Negara Indonesia Timur, dan Republik Indonesia. Pada akhir April 1950, maka hanya Republik Indonesia yang tersisa dalam RIS.
Penggabungan Negara-negara bagian ke dalam RI menimbulkan persoalan baru khususnya dalam hubungan luar negeri. Hal ini karena RI hanya Negara bagian RIS, hubungan luar negeri yang berlangsung selama ini dilakukan oleh RIS. Sehingga peleburan Negara RIS ke dalam RI harus dihindari untuk menjamin kedaulatan negara. Solusinya adalah RIS harus menjelma menjadi RI.
Setelah diadakan konferensi antara Pemerintah RIS dan RI untuk membahas penyatuan negara, pada tanggal 19 Mei 1950, pemerintah RIS dan RI menandatangani Piagam Persetujuan pembentukan Negara kesatuan. Pokok dari isi piagam tersebut adalah kedua belah pihak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya melaksanakan pembentukan Negara kesatuan berdasar Proklamasi 17 Agustus 1945. Rapat-rapat antara pemerintah RIS dan RI mengenai Negara kesatuan semakin sering dilakukan. Setelah rapat mengenai Pembagian daerah yang akan merupakan wilayah NKRI, maka pada tanggal 15 Agustus 1950 diadakan rapat gabungan yang terakhir dari DPR dan Senat RIS di mana dalam rapat ini akan dibicarakan “piagam pernyataan” terbentuknya NKRI oleh Presiden Soekarno. Setelah pembacaan piagam pernyataan terbentuknya NKRI, maka dengan demikian secara resmi Negara Kesatuan RI terbentuk kembali pada tanggal 17 Agustus 1950.

C.    CONTOH POSITIF
1.      Memiliki sikap rasa bangga dan cinta terhadap tanah air Indonesia sehingga meskipun terdapat perbedaan baik dari segi agama, budaya, suku bangsa, adat istiadat, bahasa maka perbedaan itu akan menjadi penyemangat dalam menjaga keutuhan NKRI.
7.      Mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi sehingga dapat memupuk kebersamaan dalam menjaga keutuhan NKRI.
8.      Menjamin kesejahteraan rakyatnya sehingga kesenjangan sosial akan berkurang.
9.      Memberikan kebebasan berpolitik bagi siapapun dengan catatan harus benar-benar politik yang bersih.
10.  Menjatuhkan hukuman bagi siapapun yang melanggar aturan sesuai dengan apa yang telah diperbuat.

D.    CONTOH NEGATIF
1.      Berpudarnya rasa persatuan dan kesatuan antar masyarakat sehingga perkelahian sering terjadi.
2.      Kurangnya rasa toleransi antar sesama sehingga sering memicu munculnya konflik, baik konflik antar individu maupun antar kelompok.
3.      Pengambil alihan sumber daya alam Indonesia oleh negara lain secara tidak bertanggungjawab sehingga menyengsarakan rakyat Indonesia.
4.      Konflik antar sesama rekan politik yang saling tuding-menuding.
5.      Masuknya budaya asing yang negatif yang mengikis kebudayaan asli Indonesia yang pada akhirnya merusak moral bangsa dan negara.
6.      Kerusuhan atau tawuran antar pelajar.
7.      Bentrokan antar suku.

E.     NILAI
a.       Religius
Mempunyai sikap dan perilaku yang patuh dan taat terhadap agama yang dianut serta memiliki rasa toleran pada umat beragama lain sehingga selalu hidup rukun dan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

b.      Toleransi
Memiliki sikap dan tindakan yang menghargai setiap perbedaan, baik perbedaan suku, agama, budaya, maupun bahasa demi keutuhan NKRI.

c.       Semangat Kebangsaan
Memiliki cara berpikir yang selalu menempatkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

d.      Cinta Tanah Air
Memiliki sikap yang menunjukkan rasa kesetiaan, kepedulian, dan menjunjung tinggi tanah air Indonesia.

e.       Cinta Damai
Memiliki sikap dan tindakan yang menjunjung tinggi rasa kasih sayang antar sesama sehingga tidak terjadi pertengkaran dan negara menjadi aman dan tenteram.

f.       Peduli Lingkungan
Berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya dan berupaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

g.      Rela Berkorban
Sikap rela berkorban adalah sikap yang mencerminkan adanya kesediaan dan keikhlasan memberikan sesuatu yang dimiliki untuk orang lain, walaupun akan menimbulkan penderitaan bagi diri sendiri. Dalam pengertian yang lebih sederhana, rela berkorban adalah sikap dan perilaku yang tindakannya dilakukan dengan ikhlas serta mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan diri sendiri. Sikap rela berkorban ditunjukkan dengan cara membiasakan merelakan sebagian kepentingan kita untuk kepentingan orang lain atau kepentingan bersama.

h.      Rajin Belajar
Rajin belajar guna menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin untuk diabdikan kepada Negara.

F.     MORAL
Sikap yang selalu bangga untuk menunjukkan atau mengakui identitas diri sendiri sebagai warga negara Indonesia. Menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan untuk menghadapi ATHG NKRI serta pengakuan terhadap kebhinekaan tunggal ikaan seperti suku, agama, bahasa, dan adat istiadat. Yang bersumber pada nilai pancasila sila ke-3.



G.    NORMA
1.      Norma Agama
Norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para penganutnya untuk patuh dan taat terhadap agama yang dianut serta memiliki rasa toleran pada umat beragama lain sehingga selalu hidup rukun dan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

2.      Norma Hukum
Merupakan himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). Sangsi norma hukum diberikan kepada seseorang melanggar peraturan negara yang dapat mengancam keutuhan Negara. Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa.


3.      Norma Kesusilaan
Norma yang berkaitan dengan masyarakat. Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. Sangsinya berupa cemoohan.

4.      Norma Kebiasaan
Adanya sikap terbiasa untuk selalu bersikap toleran serta menjunjung tinggi rasa cinta tanah air, dan perdamaian sehingga tidak terjadi pertengkaran dan negara menjadi aman dan tenteram. Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain.

5.      Norma Kesopanan
Adalah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar