Laman

Powered By Blogger

Kamis, 25 Juli 2013

Analisa Standar Kompetensi tentang Kebebasan Berorganisasi



MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEKOLAH DASAR KELAS LANJUT
Disusun dalam rangka memenuhi tugas Materi Pembelajaran PKn SD Kelas Awal
Pembina Mata Kuliah: Rarasaning S, SE., M.Pd.
 








Disusun oleh :
v   Maulidya Rahmawati           11-800-0088
v   Evi Nurhayati                         11-800-0100
v   Aditya Roli Putra                  11-800-0107
v   Eny Lathifah                          11-800-0116
        2011- B


PROGAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
2013
ANALISA STANDAR KOMPTENSI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEARGANEGARAAN SD KELAS LANJUT
Mata Pelajaran            : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/ Semester           : V / 2
Standar Kompetensi   : 3. Memahami Kebebasan Berorganisasi
Kompetensi Dasar       :
3.1 Mendeskripsikan perngertian organisasi
3.2 Menyebutkan contoh organisasi dilingkungan sekolah dan masyarakat
3.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi disekolah
 

Nama Konsep Standar Kompetensi
1.      Kebebasan
2.      Organisasi
3.      Kebebasan berorganisasi
Definisi
1.      Kebebasan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata kekebasan berarti
a.       Perihal yang berkaitan dengan segala yang bersifat tidak memaksa
b.      Lepas sama sekali
c.       Merdeka
d.      Tanpa hambatan
Kebebasan secara umum dimasukan dalam konsep dari filosofi politik dan mengenali kondisi dimana individu memiliki kemampuan untuk bertindak sesuai dengan keinginannya.
2.      Organisasi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata organisasi berarti:
a.       perkumpulan
b.      kelompok kerjasama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama
c.       susunan dan aturan dari berbagai organ dan sebagainya sehingga merupakan kesatuan yang teratur
Dalam wikipedia kata berorganisasi dapat diartikan: Suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang, orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali dalam memanfaatkan sumberdaya (uang, material, mesin, metode, lingkungan)
3.      Kebebasan Berorganisasi
Kebebasan berorganisasi adalah hak asasi setiap orang untuk berpartisiasi dalam organisasi sesuai dengan hati nuraninya (mastugino.blogspot.com)
Ciri-ciri / Karakteristik
1.      Mempunyai tujuan yang sama.
2.      Organisasi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial.
3.      Adanya timbal balik dengan orang - orang yang mau bekerja sama dengan kita.
4.      Setiap orang berhak memiliki hak untuk berorganisasi tanpa paksaan dari orang lain.
5.      Bertindak sesuai dengan kemauan hati dengan bertanggung jawab.
6.      Mengutamakan kesepakatan bersama.
7.      Mempunyai rasa empati terhap semua pengurus organisasi.
8.      Setiap orang berlandaskan toleransi terhadap sesama dalam melaksanakan organisasi.

Bentuk Organisasi di Sekolah Dasar
1.      Koperasi Sekolah
1)        Apa arti dari koperasi sekolah ?
2)        Siapa yang menjadi anggota koperasi sekolah?
3)        Dimana kegiatan koperasi sekolah berlangsung?
4)        Mengapa koperasi sekolah dibentuk?
5)        Kapan kegiatan koperasi sekolah berlangsung?
6)        Bagaimana cara mengelola koperasi sekolah?
Koperasi sekolah adalah koperasi yang berada di lingkungan sekolah. Anggota dari koperasi sekolah adalah warga dari sekolah yang bersangkutan. Koperasi sekolah dibentuk dengan tujuan agar warga sekolah tidak perlu membeli perlengkapan sekolah di luar. Barang – barang yang ada di koperasi sekolah lebih murah dari barang – barang yang dijual di pasaran.  Barang – barang itu misalnya, buku tulis, pensil, bulpoint, penggaris dll. Kegiatan koperasi sekolah dilaksanakan di sekolah dan berlangsung setiap hari efektif sekolah atau pada saat jam istirahat.
Struktur koperasi siswa tersusun atas dewan penasihat terdiri atas kepala sekolah, guru, dan perwakilan orang tua siswa. Semua anggota koperasi harus bisa bekerja sama agar koperasi sekolah bisa berlangsung dengan baik.

2.      Organisasi ekstrakurikuler
Organisasi ekstrakurikuler meruapakan kegiatan penunjang dari kegiatan belajar mengajar dikelas. Kegiatan ini berlangsung diluar jam pelajaran dan organisasi ekstrakurikuler meliputi:
a.    Pramuka
1)   Apa arti dari pramuka ?
2)   Siapa yang menjadi anggota pramuka?
3)   Dimana kegiatan pramuka berlangsung?
4)   Mengapa pramuka dibentuk?
5)   Kapan kegiatan pramuka berlangsung?
6)   Bagaimana cara menjaga rasa solidaritas dalam pramuka?

Pramuka atau praja muda karana adalah kegitan organisasi ekstrakurikuler yang bertujuan untuk mengasah kemampuan para siswa didik dalam mempertahankan hidup serta mengenal lingkungan alam sekitar mereka. Organisasi ini juga memberikan nilai kemandirian, tali menali dan kepanduan. Anggota pramuka terdiri dari siswa sekolah yang di dampingi oleh pembina pramuka. Kegiatan ini dapat dilakukan di dalam maupun di luar sekolah. kegiatan pramuka memiliki jadwal tersendiri sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sehingga anggotanya bisa fokus saat kegiatan berlangsung dan dapat menikmatinya. Rasa solidaritas antar anggota sangat dijunjung tinggi demi tercapainya tujuan organisasi yang ingin dicapai. Salah satunya dengan membantu sesama anggota saat anggota lain mendapat musibah.

b.    Drum Band
1)        Apa arti dari Drum Band ?
2)        Siapa yang menjadi anggota Drum Band ?
3)        Dimana kegiatan Drum Band berlangsung?
4)        Mengapa Drum Band dibentuk?
5)        Kapan kegiatan Drum Band berlangsung?
6)        Bagaimana cara agar anggota Drum Band bisa memainkan Drum Band dengan baik?

Drum Band adalah salah satu kegiatan organisasi ekstrakurikuler yang bertujuan mengasah kemammpuan siswa dalam hal memainkan alat musik. Organisasi ini beranggotakan siswa sekolah dengan disertai pembimbing. Kegiatan ini biasa latihan di sekolah namun untuk pentas-pentas bisa di luar sekolah. Karena organisasi ini sangat mendukung dalam kegiatan pembelajaran yang aktif sehingga siswa mampu menyalurkan bakatnya ke dalam ekstrakurikuler drum band tersebut. Organisasi ini melakukan latihan setelah jam pelajaran berlangsung atau saat hari libur sekolah agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah. Organisasi ini sering melakukan latihan agar kekompakan mereka dalam memainkan musik tetap terjaga.

c.    Mading
1)        Apa arti dari Mading ?
2)        Siapa yang menjadi anggota Mading ?
3)        Dimana kegiatan Mading berlangsung?
4)        Mengapa Mading dibentuk?
5)        Kapan kegiatan Mading berlangsung?
6)        Bagaimana cara agar Mading sekolah bisa berkembang dan bisa mengikuti berbagai kompetisi Mading antar sekolah?

Kepanjangan dari mading adalah majalah dinding yang man mading itu sendiri adalah suatu organisasi ekstrakurikuler yang mempelajari tentang jurnalistik atau penyampaian berita, dalam pemberitaan sebuah topik mading menggunakan media kertas dan dinding. Setiap siswa boleh mengikuti organisasi Mading ini. Biasanya organisasi Mading ini mempunyai markas tersendiri yang mana markas tersebut biasanya menjadi pusat kegiatan para anggota organisasi Mading. Organisasi Mading bisa menambah keterampilan dalam bidang jurnalistik. Di samping menambah keterampilan, juga bisa mengenal teman dari lain kelas. Kegiatan Mading ini mempunyai jadwal sendiri dan  dilakukan di luar jam sekolah agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

3.      Usaha Kegiatan Sekolah (UKS)
1)        Apa arti dari UKS ?
2)        Siapa yang menjadi anggota UKS ?
3)        Dimana kegiatan UKS berlangsung?
4)        Mengapa UKS dibentuk?
5)        Kapan kegiatan UKS berlangsung?
6)        Bagaimana cara agar anggota UKS dapat melaksanakan tugasnya dengan baik?

Usaha kesehatan sekolah adalah organisasi yang dibentuk untuk menangani masalah kesehatan warga sekolah. Misalnya: penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan. UKS juga menyediakan obat – obatan ringan seperti minyak kayu putih, balsem dan first aid. Setiap siswa yang membutuhkan pengobatan ringan saat berada di sekolah bisa mendatangi UKS karena UKS ini terbuka bagi siapapun dalam warga sekolah yang butuh pengobatan ringan saat berada di sekolah.
Karena organisasi UKS ini sangat penting dalam pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh warga sekolah.Saat upacara bendera, anggota UKS berjaga – jaga dibelakang barisan peserta upacara untuk mengantisipasi apabila ada peserta upacara yang pingsan. Agar anggota UKS dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, mereka membuat jadwal piket untuk menjaga UKS setiap harinya.
Bentuk Organisasi di masyarakat
1.      Organisasi Remas
1)      Apa yang dimaksud dengan organisasi remas?
2)      Dimana organisasi remas biasa dilakukan?
3)      Kapan organisasi remas berlangsung?
4)      Mengapa organisasi remas dilakukan di lingkungan masyarakat?
5)      Siapa sajakah yang akan mejalankan organisasi remas ?
6)      Bagaimanakah cara melaksanakan organisasi remas yang baik?

Organisasi remaja masjid adalah perkumpulan remaja yang melakukan aktivitas sosial dan ibadah di lingkungan suatu masjid. Organisasi remaja masjid dilakukan di lingkungan masyarakat dan tempat perkumpulannya dilakukan dimasjid. Organisasi remas dapat berlangsung pada saat ingin menciptakan kegiatan yang berhubungan dengan agama islam. Remas dilakukan dilingkungan masyarakat agar memepersatukan para pemuda islam dalam menjunjung tinggi konsep-konsep islam.
Pembagian tugas dan wewenang dalam remaja masjid termasuk dalam golongan organisasi yang menggunakan konsep Islam dengan menerapkan asas musyawarah, mufakat, dan amal jama'i (gotong royong) dalam segenap aktivitasnya

Kegiatan remas melaksanakan oleh semua anggota masyarakat muda islam di daerah tertentu. Yang terdiri atas ketua dan para anggotanya. Agar kegiatan remas dapat berlangsung dengan baik, maka diperlukan adanya tempat yang nyaman (masjid), menggunakan konsep-konsep islam, saling menghargai, menerima keputusan dengan kesepakatan, bicara dengan sopan

2.      Karang taruna
1)      Apa yang dimaksud dengan organisasi karang taruna? 
2)      Dimana organisasi karang taruna biasa dilakukan?
3)      Kapan organisasi karang taruna berlangsung?
4)      Mengapa organisasi karang taruna dilakukan di lingkungan masyarakat?
5)      Siapa sajakah yang akan mejalankan organisasi karang taruna?
6)      Bagaimanakah organisasi karang taruna dilaksanakan?
Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa / Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Orgasnisasi karang taruna dilakukan di dimasing-masing wilayah mulai dari Desa / Kelurahan sampai pada tingkat Nasional. Karang Taruna didirikan lingkungan masyarakat dengan tujuan memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga, ketrampilan, advokasi, keagamaan dan kesenian.
Yang menjalankan organisasi karang taruna adalah para generasi muda yang ada di masing-masing lingkungan masyarakat. Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomis produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia dilingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada. Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna berpedoman pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga dimana telah pula diatur tentang struktur penggurus dan masa jabatan dimasing-masing wilayah mulai dari Desa / Kelurahan sampai pada tingkat Nasional.
3.      Posyandu
1)      Apa yang dimaksud dengan posyandu?
2)      Dimana posyandu biasa dilakukan?
3)      Kapan posyandu berlangsung ?
4)      Mengapa posyandu dilakukan di lingkungan masyarakat ?
5)      Siapa sajakah yang akan mejalankan organisasi posyandu?
6)      Bagaimanakah organisasi posyandu dilakukan?
Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Jadi, Posyandu merupakan kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dengan penanggung jawab kepala desa.: Konsep Posyandu berkaitan erat dengan keterpaduan. Keterpaduan yang dimaksud meliputi keterpaduan dalam aspek sasaran, aspek lokasi kegiatan, aspek petugas penyelenggara, aspek dana dan lain sebagainya. (Departemen kesehatan, 1987:10).
Pelayanan kesehatan terpadu (yandu) adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di suatu wilayah kerja Puskesmas. Tempat pelaksanaan pelayanan program terpadu di balai dusun, balai kelurahan, RW, dan sebagainya disebut dengan Pos pelayanan terpadu. Terdapat tempat lain untuk melakukan posyandu antara lain pos penimbangan balita, pos immunisasi, pos keluarga berencana desa, pos kesehatan, pos lainnya yang dibentuk baru. Untuk pelaksana kegiatan, adalah anggota masyarakat yang telah dilatih menjadi kader kesehatan setempat dibawah bimbingan Puskesmas, pengelola posyandu, adalah pengurus yang dibentuk oleh ketua RW yang berasal dari keder PKK, tokoh masyarakat formal dan informal serta kader kesehatan yang ada di wilayah tersebut (Effendi, 1998).

4.      Yayasan sosial
1)      Apa yang dimaksud dengan yayasan sosial ?
2)      Dimana yayasan sosial biasa dilakukan ?
3)      Kapan yayasan berlangsung ?
4)      Mengapa yayasan dilakukan di lingkungan masyarakat ?
5)      Siapa sajakah yang akan mejalankan yayasan ?
6)      Bagaimanakah organisasi yayasan sosial dilaksanakan ?
Yayasan sosial adalah salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup.  Yayasan merupakan  sistem tata kelakukan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. Yayasan sosial dilakukan di lingkungan masyarakat dan di masing-masing wilayah atau desa. Yayasan sosial dapatberlangsung ketika ada salah satu musibah atau kejadian yang membuat salah satu anggota masyarakat mengalamai kesulitann dalam hidup
Yayasan sosial atau lembaga sosial umumnya didirikan berdasarkan nilai dan norma dalam masyarakat, untuk mewujudkan nilai sosial, masyarakat menciptakan aturan-aturan yang disebut norma sosial yang membatasi perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Sekumpulan norma akan membentuk suatu sistem norma. Inilah awalnya lembaga sosial terbentuk. Sekumpulan nilai dan norma yang telah mengalami proses penerapan ke dalam institusi atau institutionalization menghasilkan lembaga social. Organisasi yayasan sosial dapat dilaksanakan dengan adanya empat tingkatan norma dalam proses pelembagaan, pertama cara (usage) yang menunjuk pada suatu perbuatan. Kedua, kemudian cara bertingkah laku berlanjut dilakukan sehingga menjadi suatu kebiasaan (folkways), yaitu perbuatan yang selalu diulang dalam setiap usaha mencapai tujuan tertentu. Ketiga, apabila kebiasaan itu kemudian diterima sebagai patokan atau norma pengatur kelakuan bertindak, maka di dalamnya sudah terdapat unsur pengawasan dan jika terjadi penyimpangan, pelakunya akan dikenakan sanksi. Keempat, tata kelakuan yang semakin kuat mencerminkan kekuatan pola kelakuan masyarakat yang mengikat para anggotanya.
Contoh positif
1.      Menghargai pendapat antar anggota organisasi.
2.      Mengutamakan kepentingan bersama dalam berorganisasi.
3.      Melaksanakan hak dan kewajiban dalam berorganisasi.
4.      Bertanggung jawab segala tindakan dalam berorganisasi.
5.      Berperilaku sopan dalam menjalankan organisasi.

Contoh negatif
1.      Memilih sepihak suatu organisasi.
2.      Menang semaunya sendiri terhadap organisasi.
3.      Memaksakan kehendak dalam rapat organisasi.
4.       Berperilaku tidak sopan terhadap anggota organisasi.
5.      Mencemarkan nama baik organisasi.





Nilai
1.      Religius : kebebasan berorganisasi itu tidak memandang perbedaan kepercayaan dalam anggotanya. Setiap orang boleh masuk dalam sebuah organisasi apapun tanpa ada syarat dia harus memeluk agama tertentu.
2.      Jujur : tiap anggota dalam sebuah organisasi harus menjunjung tinggi nilai kejujuran demi tercapainya kesuksesan dan tujuan dalam berorganisasi.
3.      Toleransi : dalam sebuah organisasi tentunya akan ditemui perbedaan pendapat antar anggotanya. Oleh karena itu, rasa toleransi sangat diperlukan disini.
4.      Disiplin : untuk mendukung tercapainya tujuan dalam beroeganisasi, diperlukan kedisiplinan dalam diri tiap anggota organisasi itu sendiri.
5.      Kerja keras : dalam berorganisasi setiap anggotanya harus bekerja keras dalam upaya meningkatkan mutu organisasi tersebut.
6.      Kreatif : kekreatifan sangat dibutuhkan dalam berorganisasi agar organisasi tersebut bisa mengalami kemajuan yang pesat dan berbeda dari organisasi pada umumnya. Namun tentunya perbedaan itu dalam hal yang positif.
7.      Mandiri : meskipun kita berorganisasi, kita tidak boleh menggantungkan atau membebankan tugas kita kepada orang lain.
8.      Demokratis : setiap anggota organisasi berkedudukan yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Maka, setiap anggota organisasi harus menanamkan rasa/sikap demokratis.
9.      Semangat kebangsaan : menerapkan nilai- nilai yang terkandung dalam Pancasila ketika berorganisasi
10.  Cinta tanah air : kebebasan berorganisasi selalu berdasarkan rasa cinta tanah air yang di tunjukkan dengan kesetiaan terhadap organisasi dengan mengutamakan rasa cinta tanah air.
11.  Menghargai prestasi : setiap organisasi harus saling menghargai prestasi antar organisasi lain
12.  Bersahabat / komunikatif : tiap anggota dari organisasi harus menjalin komunikasi yang baik agar dapat bekerjasama untuk dapat menyelesaikan tujuan bersama
13.  Cinta damai : kebebasan organisasi harus saling menghargai perbedaan organisasi yang lain agar timbul rasa cinta damai
14.  Peduli lingkungan : organisasi menerapkan sikap cinta lingkungan dengan tidak merusak lingkungan tetapi dengan menjaga kelestarian lingkungan.
15.  Peduli sosial : kebebasan organisasi selalu menanamkan rasa peduli sosial dengan membantu sesama organisasi maupun masyarakat yang membutuhkan
16.  Tanggung jawab : setiap organisasi harus memiliki rasa tanggung jawab dalam membangun organisasi.
Moral
1.      Seseorang dapat dikatakan menggunakan kebebasan berorganisasi dengan  baik apabila seseorang tersebut mengikuti organisasi yang tidak menentang hukum dan aturan yang berlaku di Indonesia. Organisasi yang diikuti sebaiknya organisasi yang berjalan di arah positif. Sedangkan orang dapat dikatakan buruk apabila menggunakan hak kebebasan berorganisasi untuk bergabung dengan organisasi yang menentang negara, bertujuan menghancurkan negara seperti terorisme.
2.      Dalam berorganisasi, hendaknya mempunyai tujuan yang jelas serta kegiatan yang positif untuk mencapai tujuan dari sebuah organisasi tersebut. Aturan atau ketentuan serta anggaran yang jelas harus dimiliki dalam berorganisasi. Selain itu, dibutuhkan jiwa kepemimpinan yang baik untuk mengarahkan organisasi menuju tujuan yang ingin dicapai,

Norma
1.      Norma agama : setiap orang memiliki kebebasan dalam mengikuti berorganisasi dengan tanpa membeda-bedakan agama teapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam menjalankan organisasi dan mencapai tujuan bersama.
2.      Norma Kesopanan : memberikan kesempatan ke orang lain untuk mengutarakan pendapatnya tanpa menyela atau menyalahkan pendapat tersebut.
3.      Norma Hukum: tidak melanggar aturan yang ditetapkan oleh organisasi serta tidak mendirikan organisasi yang aturannya bertolak belakang dengan hukum yang berlaku di Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar