Selasa, 10 Juli 2012
percakapan antara guru dengan siswanya
Guru : selamat pagi anak-anak
Siswa : pagi bu guru
Guru : sebelum belajar mari kita berdoa terlebih
dahulu, coba siapa yang mau meminpin doa di depan?
Intan : saya, bu.
Guru : iya mbak intan silahkan maju di depan untuk
meminpin doa
Doa berlangsung
Guru : hari ini kita akan belajar tentang
nilai-nilai pancasila, dan tujuan dari pembelajaran hari ini adalah :
1.
Siswa dapat mengetahui Nilai-Nilai dalam
Pancasila.
2.
Siswa dapat memahami makna Nilai-Nilai
dalam Pancasila.
3.
Siswa dapat mengaplikasikan Nilai-Nilai
Pancasila dalam lingkungan keluaraga.
4.
Siswa dapat memberikan contoh nyata
dalam kehidupan berdasarkan sila-sila Pancasila.
Guru
: ok...sebelumnya minggu lalu kita kan
sudah belajar tentang materi ini. Yaitu tentang perumusan pancasila dan arti
dari pancasila.
Apakah
anak – anak masih ingat arti dari Pancasila, siapa yang tahu apa itu pancasila?
Fani : saya, bu. Pancasila itu dasar negara
G : iya benar sekali, pancasila adalah dasar negara
bangsa Indonesia. PENJELASAN
Ok ternyata anak – anak pintar sekali ya...baiklah
disini ada yang hafal pancasila tidak?
S: saya bu..
G: oh pintar sekali...silakan maju nak
S: MEMBACA
G: terimakasih mbk...waduh hebat bacanya ternyata
lancar sekali ya, tepuk tangan anak – anak
Baiklah setelah mengetahui sila – sila tersebut,
maka ibu akan menerangkan tentang nilai – nilai yang terkandung dari sila –
sila tersebut.
PENJELASAN
G: apakah masih ada yang belum paham ?
S: sudah bu...
G: hemmm...pintar sekali anak – anak ya..
Baiklah, kalau kalian sudah paham berarti ibu yang
akan bertanya
Siapa yang dapat memberikan contoh perilaku yang
mencerminkan sila 1 ?
S: saya bu
G: ok silahkan...
S: saya tadi berdo’a sebelum belajar bu....
G: ya berdo’a adalah contoh dari pengamalan sila ke
satu...kita berdo’a agar kita tetap dijaga oleh Allah SWT dari godaan setan dan
apa yang kita kerjakan hari ini bermanfaat bagi kita dan semua orang
G: lalu ada
yang bisa memberikan contoh perbuatan yang melanggar pancasila ?
S : saya bu
G ok silahkan, kira – kira apa mbk contohnya?
S: ( memmberikan contoh )
Baiklah selanjutnya ibu akan membentuk 5 kelompok
terdiri dari 4 orang
Disini ibu akan membagikan beberapa gambar untuk
kalian diskusikan.
Tugasnya yaitu mencocokkan gambar dengan nila – nila
yang terkandung didalam 5 sila tersebut.
Ibu akan memberikan waktu sektr 10 menit untuk mendiskusikan gambar tersebut.
Setelah itu salah satu dari anggota kelompok maju kedepan untuk menempelkan
gambar – gambar tersebuti kertas karton ini sesuai dengan sila – sila yang
terkandunng dari gambar tersebut.
PREMEMORY
G: baiklah anak – anak waktunya sudah habis, silahkn
perwakilan dari setiap kelompok untuk maju kedepan untuk menempelkan gambarnya
masing – masing.
GURU MENGAMATI GAMBAR
G : baiklah
mari kita bahas bersama – sama jawaban dari setiap kelompok.
GURU BERTANYA SETIAP ALASAN DARI JAWABAN SETIAP
KELOMPOK
SISWA MEMBERIKAN ALASAN
G uru memuji
PENUTUPAN
Guru : Jadi kesimpulannya, pancasila adalah dasar
negara kita yang tercinta. Penerapan Pancasila pun dapat kita temui dalam
kehidupan sehari-hari teruma dalam lingkungan keluarga kita. Dengan demikian
kita sebagai warga negara yang baik harus berbuat dan berperilaku sesuai
nilai-nilai Pancasil.
Guru memberikan tugas untuk peserta didiknya
Guru : baiklah, kita akhiri dahulu pertemuan hari
ini. Wassalammualaikum WR.WB
janji penulis
Saya akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak bangsa. Saya ingin dekat dan membimbing mereka dengan GPS, supaya mereka tidak tersesat dalam menemukan jati diri dalam kehidupan mereka masing-masing.
Inilah janji saya sebagai seorang sahabat bagi murid-murid saya kelak.
Inilah janji saya sebagai seorang sahabat bagi murid-murid saya kelak.
Sabtu, 07 Juli 2012
Guru itu seperti alat elektronik
Guru itu seperti Blackberry
Saya
Rizka Pratiwi Jaya, Mahasiswi Universitas PGRI Adibuana Surabaya. Menurut Wikipedia
BlackBerry adalah perangkat
selular yang memiliki kemampuan layanan push
e-mail, telepon,
sms,
internet, messenger (Blackberry Messenger/BBM), dan berbagai kemampuan nirkabel
lainnya. Penggunaan gadget canggih ini begitu fenomenal belakangan ini, sampai
menjadi suatu kebutuhan untuk fashion. Blackberry memiliki fitur-fitur
yang canggih sehingga banyak orang menggunakan smartphone ini. Begitu pula
dengan guru, menurut saya, guru itu seperti Blackberry. Mengapa demikian? Mari
kita simak penjelasan dibawah ini.
Guru
memiliki atau bahkan menciptakan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan
dunia pendidikan. Dalam perangkat pembelajaran, guru harus menentukan strategi,
pendekatan, metode, media, teknik dan taktik pembelajaran yang aktif, inovatif,
kreatif, efektif, menyenangkan, gembira, dan berbobot.
Pahlawan
tanpa tanda jasa ini mampu melibatkan siswanya secara aktif dalam proses
pembelajaran sehingga pusat pembelajaran tidak lagi pada seorang guru melainkan
pada masing-masing individu peserta didik. Dalam proses pembelajarannya pun,
seorang guru merancang kegiatan yang inovatif sehingga belajar menjadi
berwarna. Sebuah inovasi memerlukan sebuah kreatifitas yang tinggi pula, dengan
demikian terciptalah sesuatu yang baru dan menarik. Namun keefektifan juga
perlu diperhatikan, karena mengingat bahwa proses pembelajaran di kelas (Sekolah)
hanya memiliki sedikit waktu dengan banyaknya materi yang harus disampaikan
kepada peserta didik.
Seorang
yang diguguh dan ditiru ini juga mampu mengajar secara menyenangkan sehingga
siswa merasa senang dan gembira. Namun setiap materi yang diajarkan kepada
murid juga berbobot, dalam arti materi pelajaran harus memuat tentang
pendidikan karakter sehingga siswa mampu menemukan solusi untuk setiap
permasalahan kehidupan.
Blackberry
bisa digunakan sebagai GPS yang akan memandu anda dalam
perjalanan. Sehingga anda tidak akan tersesat ketika sedang berkendara. Begitu
pula dengan guru yang menjadi pedoman bagi siswanya dan senantiasa memandu
mereka dalam meraih masa depan yang sukses. Sehingga mereka akan tumbuh menjadi
generasi penerus bangsa sebagai estafet keberlangsungan hidup yang mampu
mempraktikkan pola pikir dan pola sikap yang baik supaya tidak tersesat dalam
kehidupannya.
Pada
fitur Blackberry, Anda dapat mengirim dan menerima email semudah mengirim dan menerima
sms (pesan). Ini sama halnya dengan seorang guru yang tidak hanya memberikan
pengetahuan semata, melainkan juga bersedia untuk menerima kritik dan saran
bahkan pengetahuan siswa yang belum tentu dimiliki oleh seorang guru. Tentunya
sebagai seorang guru harus membuka diri terhadap murid-muridnya, dengan
demikian diharapkan bahwa siswa tidak lagi kesulitan dalam mengeluarkan
pendapat mereka.
Blackberry
menyediakan ribuan aplikasi baik berbayar ataupun gratis yang dapat kita
download sesuai dengan kebutuhan. Begitu juga dengan seorang guru yang memiliki
pengetahuan dan pengalaman untuk disalurkan kepada peserta didik yang
membutuhkan. Seorang guru yang menjiwai profesinya akan senantiasa menyalurkan
ilmu pengetahuan yang dimilikinya walaupun tanpa mendapatkan imbalan, apalagi
siswa tersebut merupakan dari keluarga yang kurang mampu secara materi.
Blackberry
memiliki fitur dengan system full
backup/recover sebagian maupun sepenuhnya untuk mempermudah user dalam mem-backup data-data penting. Tidak berbeda dengan Blackberry, guru
juga berperan dalam memproteksi pergaulan siswanya dengan memberikan pendidikan
karakter. Sehingga norma-norma kehidupan tidaklah pudar.
Secanggih
apapun teknologi, tidak akan mampu menggantikan posisi serta peran guru dalam
dunia pendidikan
makalah strategi pembelajaran
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam era globalisasi, dunia pendidikan sangat di
pentingkan dan pemerintah telah merencanakan beberapa program untuk pendidikan
di Indonesia. Program pemerintah ialah pendidikan karakter karena pada saat ini
karakter bangsa mulai memudar sehingga hal tersebut menjadi pusat perhatian
bagi lembaga pendidikan, ahli pendidikan, serta pendidik.
Pendidikan karekter dirancang untuk mencetak
generasi penerus bangsa yang mampu memajukan tanah air negeri tercinta ini.
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional telah disebutkan bahwa
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.
Sebagai Guru Sekolah Dasar, sangat di harapkan untuk
memahami makna dari tujuan Pendidikan Nasional karena dalam sekolah dasar
merupakan jenjang utama dan pertama bagi peletak dasar kecerdasan peserta didik.
Maka sangat penting bagi guru untuk memahami setiap unsur belajar dan
pembelajaran, strategi pembelajaran dan yang tidak kalah penting, yaitu guru
juga harus memahami kejiwaan peserta didik. Terdapat pendapat bahwa, apabila
dokter yang melakukan kesalahan dalam praktek, maka yang meninggal dunia hanya
satu orang, namun apabila guru yang salah menanam konsep kepada peserta didik,
maka yang meninggal (pemikiran) adalah satu generasi tersebut. Karena tugas
yang sangat fundamental tersebut, maka telah disediakan lembaga pendidikan bagi
guru sekolah dasar, dalam jenjang strata1.
Three in one adalah
cara pengabungan beberapa mata kuliah menjadi satu kesatuan. Pemikiran yang
terpisah-pisah, akan dijadikan menjadi satu makna dan arti untuk lebih
memudahkan dalam memahami secara global. Penulis akan mencoba menggabungkan
tiga mata kuliah menjadi satu, yaitu Belajar dan Pembelajaran, Strategi
Pembelajaran di SD, dan Perkembangan Peserta didik. Dari ketiga judul tersebut
akan dileburkan menjadi satu judul yaitu, three
in one solution. Pada bab
selanjutnya akan dijelaskan secara lengkap masing-masing mata kuliah kemudian di
jadikan satu beserta contoh yang kongkritnya.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1.
Apa yang dimaksud dengan Belajar dan
Pembelajaran?
2.
Apa yang dimaksud dengan Strategi
Pembelajaran ?
3.
Apakah yang dimaksud dengan Perkembangan
Peserta Didik?
4.
Apa yang dimaksud dengan Three in One Solution?
C.
Tujuan
Penulisan
Berdasarkan
rumusan masalah di atas maka penulis merumuskan tujuan yaitu:
1.
Memahami hakikat Belajar dan
Pembelajaran;
2.
Memahami hakikat Strategi Pembelajaran;
3.
Memahami Perkembangan Peserta didik;
4.
Memahami Three in One Solution.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Belajar
dan Pembelajaran
Sebenarnya,
manusia maupun makhluk hidup lainnya dalam kehidupannya selalu belajar. Jika
manusia maupun makhluk hidup lainnya tidak belajar maka dia akan mengalami
kepunahan karena belajar memang seharusnya dilakukan sejak dalam kandungan ibu
hingga sudah tidak bernyawa lagi, minaal
mahdi ilaal lahdi, from cradle to the grave. Dan “jika engkau ingin
berinvestasi sepanjang hayat “tanamlah” manusia (didiklah manusia).” Begitulah
kata-kata bijak dari Cina. Menurut pandangan umum, Belajar adalah suatu
aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan
keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian.
Banyak
para ahli psikolog yang memberi konsep tentang belajar, diantaranya yaitu
Witherington dalam Suyono (2011:11) mengatakan bahwa belajar merupakan perubahan
dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respon yang baru
yang berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan.
Menurut
pendapat Hilgard (1962), belajar adalah sebuah proses dimana suatu perilaku muncul
atau berubah karena adanya suatu respon terhadap suatu situasi (dalam Suyono,
2011:12). Selanjutnya bersama-sama dengan Marquis, Hilgard (dalam Suyono)
memperbarui definisinya dengan menyatakan bahwa belajar merupakan proses
mencari ilmu yang terjadi dalam diri seseorang melalui latihan, pembelajaran,
dan lain-lain sehingga terjadi perubahan dalam diri (2011:12). Menurut Gagne,
belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai
akibat pengalaman (Anitah, 2008:1.3). Menurut penganut Empirisme, belajar
adalah suatu proses dimana suatu organismeberubah perilakunya sebagai akibat
dari pengalaman (Gage dalam Suyono, 2011:12).
Berdasarkan
penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktivitas
dalam sebuah proses pencarian ilmu atau hal yang baru sehingga menyebabkan
perubahan sikap setiap individu yang bersangkutan untuk menuju kebaikan atau
perubahan positif-kualitatif.
Jika
belajar dikatakan sebagai proses maka pembelajaran adalah sebuah fasilitasnya.
Kedudukan pembelajaran yaitu yang semula beraa dalam kondisi aktual menuju pada
kondisi ideal, yang artinya bayi ayng ketika lahir dalam kondisi aktual
kemudian setelah melakukan berbagai pembelajaran maka dia akan memasuki tahap
kondisi ideal yang mendorongnya untuk berpikir, akan menjadi apa setelah dewasa
nanti.
Pembelajaran
sering disamakan artinya dengan mengajar. Dan menurut para ahli, William H.
Burton seorang behavioris dalam Suyono, menyatakan bahwa mengajar adalah upaya
memberikan stimulus, bimbingan, pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar
terjadi proses belajar (2011:16). Definisi
pembelajaran yang mengacu pada konsep Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,
yaitu mengajar adalah suatu proses kegiatan untuk membantu orang lain mencapai
kemajuan seoptimal mungkin sesuai dengan tingkat perkembangan potensi kognitif,
afektif, maupun psikomotornya (Suyono, 2011:18).
Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah pemberian atau mendorong
kepada siswa untuk melakukan proses kegiatan belajar dengan memberikan
rangsangan atau bimbingan yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta
didik, yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor.
Dewasa ini pengajaran dianggap setara
dan identik dengan pembelajaran dengan siswa yang aktif. Pengajaran dipandang
sebagai suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang saling bergantung
satu sama lain, dan terorganisir antara kompetensi yang harus diraih oleh
siswa, materi pelajaran, pokok bahasan, metode dan pendekatan pembelajaran, media
pengajaran, sumber belajar, pengorganisasian kelas, dan penilaian (Suyono,
2011:17).
Dari
kutipan diatas, maka sebenarnya, antara belajar dan pembelajaran dengan
strategi pembelajaran saling terkait. Karena terdapat kata kunci, yaitu
“pengajaran dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang
saling bergantung satu sama lain.” Dalam mengajar, guru juga harus
memperhatikan setiap komponen-komponen yang ada di dalamnya. Untuk lebih jelas,
akan dibahas pada sub-topik selanjutnya.
B.
Strategi
Pembelajaran di Sekolah Dasar
Seperti
yang telah dijelaskan diatas, bahwa komponen-komponen dalam mengajar yaitu
kompetensi yang harus diraih oleh siswa, materi pelajaran, pokok bahasan,
metode dan pendekatan pembelajaran, media pengajaran, sumber belajar,
pengorganisasian kelas, dan penilaian. Untuk menghindari pembahasan yang
melebar, maka pada pembahasan kali ini akan di jelaskan tentang pendekatan,
strategi, metode, dan teknik pembelajaran.
1.
Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan
Pembelajaran adalah cara memandang terhadap pembelajaran. Sebagai contoh
pendekatan sistem memandang pembelajaran terdiri atas unsur-unsur yang saling
berkaitan dan memiliki hubungan yang sistematis (Anitah, dkk, 2008:1.23). Dalam
menentukan suatu pendekatan dalam belajar mengajar, guru harus memilih
pendekatan yang berpusat pada aktivitas guru (teacher centered) atau pendekatan yang berpusat pada aktivitas
siswa (student centered). Apabila
guru menggunakan pendekatan yang berpusat pada guru, maka pembelajaran menjadi
monoton. Namun apabila pendekatan yang digunakan berpusat pada siswa, maka
pembelajaran akan menjadi lebih bermakna bagi siswa.
Menurut
Suyono, pendekatan pembelajaran merupakan suatu himpunan asumsi yang saling
berhubungan dan terkait dengan sifat pembelajaran (2011:18). Berdasarkan
definisi tersebut, tergambarkan latar psikologis dan latar pedagogis dari
pilihan metode pembelajaran yang akan digunakan dan diterapkan oleh guru
bersama siswa. Jadi, pendekatan pembelajaran adalah pandangan objektif seorang
guru terhadap pembelajaran.
2.
Strategi Pembelajaran
Strategi
dapat diasumsikan sama artinya dengan sebuah siasat, cara, atau taktik. Setelah
guru menetapkan pendekatan pembelajaran maka selanjutnya guru harus menyusun
sebuah strategi dalam pembelajaran. Dimyanti dan Soedjono (dalam Anitah)
mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah kegiatan guru untuk memikirkan
dan mengupayakan terjadinya konsistensi antara aspek-aspek dari komponen
pembentukan sistem pembelajaran (2008:1.24).
Menurut
Suyono, Strategi pembelajaran adalah rangkaian kegiatan dalam proses
pembelajaran yang terkait dengan pengelolaan siswa, pengelolaan guru,
pengelolaan kegiatan pembelajaran, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan
sumber belajar dan penilaian (asasmen) agar pembelajaran lebih efektif dan
efisien sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan (2011:20).
Berdasarkan
penjelasan mengenai strategi pembelajaran diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
strategi pembelajaran adalah rencana seorang guru dalam mengelola semua komponen
belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
3.
Metode Pembelajaran
Metode
pembelajaran adalah seluruh perencanaan dan prosedur maupun langkah-langkah
kegiatan pembelajaran termasuk pilihan cara penilaian yang akan dilaksanakan
(Suyono, 2011:19). Sedangkan menurut pendapat Anitah, mengemukakan bahwa metode
adalah cara yang digunakan guru dalam membelajarkan siswa (2008:1.24). Namun
pengertian secara luas di jelaskan oleh Joni dalam Anitah, bahwa metode adalah berbagai
cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan
tertentu (2008:1.24).
Dengan
demikian metode pembelajaran adalah seluruh perencaan atau prosedur yang
bertujuan untuk membelajarkan siswa untuk mencapai tujuan yang diinginkan
termasuk pilihan cara penilaian yang akan dilaksanakan. Setelah menentukan
pendekatan pembelajaran, merancang sebuah strategi pembelajaran, dan memilih
sebuah atau beberapa metode pembelajaran, maka semua itu diterapkan dalam
sebuah teknik pembelajaran.
4.
Teknik Pembelajaran
Teknik
pembelajaran merupakan cara yang digunakan oleh seorang guru ketika sedang
mengajar. Menurut Anitah, menyatakan bahwa teknik pembelajaran merupakan wujud
kongkrit dari pengguanaan metode, strategi, dan pendekatan pembelajaran. Dari
langkah-langkah atau teknik pembelajaran, dapat diketahui metode, strategi, dan
pendekatan yang digunakan dalam suatu proses pembelajaran (2008:1.25). Dalam
hal ini, guru tidak dapat hanya menggunakan satu metode saja, melainkan akan
lebih baik apabila terdapat beberapa metode pembelajaran yang kombinasikan
menjadi satu. Menurut Suyono, teknik pembelajaran adalah implementasi dari
metode pembelajaran yang secara nyata berlangsung di dalam kelas, tempat
terjadinya proses pembelajaran (2011:20). Teknik pembelajaran menerpakan
berbagai kiat, atau taktik untuk memenuhi tujuan atau kompetensi yang
diinginkan, bersifat lebih taktis dan merupakan penjabaran dari strategi.
Beberapa mengatakan bahwa strategi pembelajaran erat sekali hubungannya dengan
teknik pembelajaran.
Collin Marsh membedakan strategi
pembelajaran dengan teknik pembelajaran dengan sederhana. Strategi pembelajaran
adalah suatu cara untuk meningkatkan pembelajaran yang optimal bagi siswa
termasuk bagaimana mengelola disiplin kelas dan organisasi pembelajaran. Akan
tetapi teknik pembelajaran adalah upaya untuk menjamin agar seluruh siswa di
dalam kelas diberikan berbagai peluang belajar sesuai dengan kebutuhan dan
minat mereka (2011:21).
C.
Perkembangan
Peserta Didik
Guru
harus membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan dan melibatkan peserta
didik secara aktif sehingga pusat pembelajaran tidak tertuju pada guru
melainkan berpusat pada siswa. Namun perlu diketahui juga bahwa peserta didik
ialah individu yang sangat berbeda dan memiliki watak atau sifat yang beragam.
Untuk
itu, guru harus memahami kejiwaan masing-masing peserta didik. Atau secara
umum, seorang guru hendaknya memiliki pemahaman tentang psikologi perkembangan
manusia. Pemahaman terhadap psikologi perkembangan ini memiliki kekuatan yang
sangat besar dalam usaha mewujudkan keberhasilan proses kependidikan. Setiap
perubahan yang terjadi dan setiap tingkah yang dilakukan akan dengan mudah
disikapi jika seorang guru meiliki pemahaman yang benar terhadap psikologi
perkembangan ini (Fakhruddin, 2011:201).
Menurut
Kartono, Dalam periode intelektual, masa anak sekolah dasar 6-12 tahun dapat
dibedakan menjadi lima, yaitu: (1) Memasuki masyarakat di luar keluarga, (2)
Pengamatan anak, (3) Pikiran, ingatan, dan fantasi anak, (4) kehidupan perasaan
anak, (5) Kehidupan volatif/kemauan (1995:133).
Menurut
Filsuf Amerika kelahiran Spanyol, George Santayana, pernah berkata, “Anak-anak
berada di wilayah yang berbeda. Mereka adalah bagian dari satu generasi dan
punya cara sendiri untuk merasakan sesuatu hal” (Fakhruddin, 2011:202).
Seperti
yang dijelaskan diatas, bahwa anak-anak secara lahiriah memang telah berbeda
satu sama lain, begitu pula dalam merasakan atau memecahkan sesuatu masalah.
Dari segi intelektual pun mereka memiliki tingkat yang berbeda-beda pula. Untuk
itu tugas seorang guru ialah menciptakan metode pembelajaran yang mencakup
tentang periode intelektual.
D.
Three
in One Solution
Berdasarkan
tiga topik di atas, yaitu belajar dan pembelajaran, strategi pembelajaran, dan
perkembangan peserta didik, apabila dilihat secara terpisah-pisah, maka akan
dipandang berbeda satu dengan yang lain. Namun apabila di lihat
kesinambungannya maka antara satu dengan yang lain memiliki hubungan yang
saling berkaitan.
Guru
adalah seorang yang diguguh dan ditiru oleh siswanya, baik percakapannya maupun
sikapnya. Dalam belajar dan pembelajaran,
guru harus merancang sebuah strategi
pembelajaran yang menyenangkan dan berkualitas, namun guru juga tidak boleh
lupa bahwa masing-masing individu memiliki karakter yang berbeda-beda sehingga
penting sekali bagi guru untuk memahami kejiwaan atau perkembangan peserta didik.
Penulis
akan memberikan contoh kongkrit dari Three
in One Solution.
|
No
|
Langkah
|
Metode
|
Jenis Kegiatan
|
keterangan
|
|
1.
|
Persiapan
|
Metode
Karyawisata
|
1. Guru
menyuruh seluruh siswa masuk ke dalam bus untuk diabsen
2. Guru
memastikan bahwa siswa sudah membawa perlengkapan alat tulis
3. Dalam
perjalanan, guru mengajak siswa-siswanya untuk bernyanyi bersama
|
Dengan
mengajak siswa bernyanyi maka mereka akan merasa senang selama di perjalanan
yang panjang
|
|
2.
|
Pelaksanaan
|
1. Metode
Problem Solving
2. Metode
Ceramah
3. Metode
Diskusi
|
4.
Guru meminta siswa untuk
membentuk kelompok yang terdiri dari 5 orang.
5. Guru
membagi selembar kerja kepada tiap kelompok.
6. Guru
menjelaskan kepada siswa tentang cara mengisi lembar kerja
7. Siswa
melakukan pengamatan terhadap buah strawberry dengan melihat, memegang,
mencium dan merasakan buah strawberry
8. Guru
membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan pengamatan.
9. Guru
berdiskusi dengan siswa tentang pengamatan yang telah mereka lakukan
10. Guru
menjelaskan tentang bentuk, macam, rasa, kandungan vitamin dalam buah
strawberry, dan manfaat buah strawberry.
11. Setelah
itu, dalam kegiatan akhir, guru menugasi siswa untuk mengarang cerita tentang
perjalanan ke kebun buah strawberry. Tugas tersebut di kumpulkan pada
keesokan harinya
|
1. Dengan
melakukan pengamatan, maka siswa mengamati buah strawberry dari yang kompleks
atau totalitas, menuju pada bagian-bagian atau onderdil. Dan Berangkat dari
sikap pasif menerima, menuju pada sikap pamahaman: aktif, mendekati, dan
mencoba mengerti, serta Bertitik tolak dari AKU, menuju kepada obyek-obyek
dunia sekitar dan milieunya. Sehingga siswa akan berpikir Dari dunia fantasi
menuju ke dunia realitas.
2. Dengan
demikian siswa melakukan pengamatan dengan menggunakan pancaindera.
3. Dengan
sedikit bantuan dari guru bagi siswa yang belum paham, maka siswa tidak akan
merasa takut untuk bereksperimen
4. Dengan
penjelasan dari guru maka siswa akan mendapatkan informasi mengenai buah
strawberry.
5. Dengan
mengerjakan soal dari lembar kerja dari guru, maka siswa dapat berpikir untuk
menyelesaikan tugas mereka.
6. Dengan
menugasi siswa untuk mengarang cerita, maka mereka dapat meningkatkan daya
imajinasi mereka serta mengembangkan tingkat kreativitas pada masing-masing
indivudu
|
|
3.
|
Evaluasi
|
|
Mengamati siswa yang
aktif. Dan memberi penilaian untuk lembar kerja siswa yang telah dikerjakan.
|
Pada
kegiatan evaluasi ini, guru dapat melakukan penilaian terhadap siswa. Mulai
dari segi ke-aktif-an, perkembangan kognitif dan intelektual siswa.
|
Dengan
demikian dapat di simbolkan bahwa
BAB
III
PENUTUP
Berdasarkan
penjelasan yang telah disebutkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Untuk
menjadi seorang guru, maka perlu sekali untuk memahami konsep dari belajar dan
pembelajaran karena tugas seorang guru ialah mengajar siswanya dengan baik dan
benar;
2. Sebelum
membelajarkan siswanya, guru harus mempersiapkan sebuah strategi pembelajaran
yang tersusun secara sistematis ataupun hierarkis supaya pada saat mengajar,
siswa tidak akan bingung. Tujuan dari pembuatan strategi pembelajaran bagi guru
ialah memudahkannya dalam mengajar atau mendidik siswanya;
3. Namun
perlu diketahui juga bahwa guru harus memahami setiap karater siswanya, karena
pada dasarnya, setiap individu memiliki karakter yang berbeda-beda;
4. Penulis
memberikan solusi terhadap tiga penjabaran di atas, yaitu dengan menjadikan
satu. Jadi, orang yang sering disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa ini
harus memandang bahwa belajar dan pembelajaran, strategi pembelajaran, dan
perkembangan peserta didik merupakan satu kesatuan yang memiliki arti penting
bagi seorang guru.
DAFTAR PUSTAKA
Anitah, Sri, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Fakhruddin, Asef Umar. 2011. Menjadi Guru Favorit. Jogyakarta: Diva
Press.
Kartono, Kartini. 1995. Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan).
Bandung: CV Mandar Maju.
Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Surabaya:
Rosda.
Langganan:
Postingan (Atom)
