Laman

Powered By Blogger

Sabtu, 18 Februari 2012

peran penting seorang ibu

KIPRAH IBU DALAM MENCETAK GENERASI BANGSA YANG UNGGUL DALAM MENUJU PERADABAN EMAS”
Oleh :
Hidayatul Chusnah, Rizka Pratiwi Jaya

Jika saya wanita, kelak panggil saya ibu……..^^
Ibu adalah salah satu peran wanita secara kodrati, karena semua wanita terlahir untuk berhadapan dengan tanggungjawab ini, yaitu seorang Ibu yang saya juluki “Super Women”.Perempuan yang sangat dimuliakan dan berkedudukan tinggi disisi Allah.Wanita ini memiliki karakteristik dan keistimewaan tersendiri.Hal tersebut terdapat dalam ayat – ayat Allah. Sampai hal – hal yang besar di dalam agama pasti akan selalu dikaitkan dengan wanita. Maka, bagi wanita yang tahu arti dirinya begitu besar perannya dia akan menjaganya.
Masih ingatkah Anda dengan kalimat “ surga di bawah telapak kaki ibu “?.Ini adalah salah satu keistimewaan wanita disisi Allah. Arti surga di bawah telapak kaki ibu itu sendiri bukanlah Allah menciptakan surga di bawah kakinya, melainkan Allah memberikan ridho kepada  kita dengan memuliakannya. Dimana ridho itu akan menghantarkan kita menuju kesuksesan dalam menjalani hidup di dunia dan di akhirat. Allah akan memberikan kita ridho disetiap do’a Ibu, disetiap kata yang terucapnya adalah do’a yang terkabul, kata – kata yang keramat sekaligus kutukan untuk kita. Maka jangan jadi anak yang durhaka.Karena wanita itu perhiasan terindah di dunia dan di akhirat.

Profesi Paling Mulia Adalah Ibu

Sebenarnya profesi paling mulia diemban oleh seorang ibu yang dimana, dizaman sekarang ini profesi tersebut hanya dipandang dengan sebelah mata.“Tidak ada pekerjaan yang lebih mulia di muka bumi ini daripada menjadi seorang ibu yang memellihara, menumbukan, dan membesarkan sebuah keluarga yang baik.” (Mario Teguh)

Lalu bagaimana dengan masa depan kita kelak?
Apakah ibu yang menentukannya ?

Memang mendidik anak bukanlah tugas yang hanya diberikan untuk para ibu, melainkan kedua orangtua kitalah yang juga berperan mendidik, membimbing, dan merawat kita.Hanya saja ibu mempunyai posisi yang lebih tinggi dalam menentukan baik buruknya seorang anak kelak. Di rahim seorang wanita tertanam amanah yang begitu agung dan mulia, peran wanita yang akan menjadi penentu sebuah peradaban. Wanitalah yang kelak akan menjadi pencetak generasi penerus yang unggul.
Ibu rumah tangga adalah profesi paling menjanjikan dan kemuliaannya tiada tara yang pernah ada, tidak ditemukan profesi sepadan dan semulia ini, jika kita pernah mendengar ungkapan “guru itu pahlawan tanpa tanda jasa “ lalu bagaimana kita akan mengungkapan jasanya seorang ibu, dia sudah melahirkan kita, membesarkan, memelihara, memberikan kasih sayang dan mendidik kita, itu semua melebihi jasanya dari seorang guru, jika guru dinobatkan pahlawan tanpa tanda jasa padahal jasa dari seorang guru itu jika dibandingkan dengan jasa seorang ibu sangat begitu jauh maka bagaimana kita memberikan gelar bagi seorang ibu ? itulah kehebatan wanita yang kelak akan menjadi ibu bagi anak – anaknya. Karena begitu besar jasa dan mulianya hingga kita sendiri bingung bagaimana memberikan gelar bagi ibu atas semua yang telah diaberikan kepada kita. Itulah ibu yang profesinya sebagai investasi paling tinggi, bukan hanya bisa dinikmati di dunia tapi bahkan di akhirat.

Maka bagi para wanita jangan pernah menukar profesi yang satu ini dengan profesi “aku adalah seorang wanita karier yang tidak sempat mengurus anak…”
Ingatlah peradaban mulia ini terletak dipunggung para ibu.
Ibu Adalah Pendidik Pertama dan Utama
Jangan harap Anda bisa memetik bunga mawar indah di kebun, jika Anda menyiramnya saja tak mau.
Jangan harap mawar yang Anda tanam bisa tumbuh sempurna, jika masih banyak ulat disana.
Lihatlah mawar itu jadi layu, kemudian wangi mawar tak dapat dirasakan, lalu siapa yang pantas disalahkan ?
Seharusnya, mawar itu tersenyum mekar merah merona dengan wangi yang membaur di udara hingga melihatnya saja orang ingin memilikinya.

Katakanlah para ibu , bahwa Anda mampu meng- cover anak Anda menjadi sempurna hingga bangsa pun bangga karena karya Anda. Terdapat sebuah pepatah bahwa “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”,peribahasa yang satu ini merupakan ungkapan yang sangat tepat untuk kedekatan anak dengan orang tuanya. Dimana anak adalah gambaran diri dari orang tuanya. Secara tidak sadar orang tualah yang membentuk karakter anak mereka sendiri. Dimana perilaku anak, mulai dari sikapnya, watak, bahkan kebiasaan mereka adalah cerminan dari orangtua.
“Ibu merupakan pemberi pondasi pertama dan utama bagi anak – anaknya,” kata aktris yang menorehkan namanya pada film Nagabonar bersama aktor Dedy Mizwar yaitu Nurul Arifin. Dikatakan pendidik pertama karena pertama-tama anak mendapatkan pendidikan adalah pendidikan dari orang tua mereka sebelum anak-anak memasuki lingkungan-lingkungan pendidikan yang lain.
Orang tua juga dikatakan sebagai pendidik utama karena karena terletak pada orang tualah, tanggung jawab pendidikan anak-anaknya. Pendidik-pendidik yang lain (disekolah, dilingkungan, masyarakat) bukan merupakan pendidik utama. Oleh karena itu pendidikan terhadap anak pertama-tama diberikan oleh orang tua ditambah dengan penanggung jawab utama pendidikan anaknya. Dengan demikian tidak salah apabila orang tua mendapat predikat sebagai pendidik pertama dan pendidik utama.
Menurut Ki Hajar Dewantara pendidik dalam lingkungan keluarga terutama bertanggung jawab tentang pendidikan budi pekerti. Tekanan di sini adalah pembentukan moral, budi pekerti dengan harapan melewati pendidikan keluarga akan menjadikan anak yang bermoral mulia, yang selanjutnya akan dikembangkan lebih lanjut dalam pendidikan di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat.
Sosok ibu memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak.Karena kedekatan sosok ibu dalam sebuah keluarga mulai sejak dini hingga remaja, bahkan anak menjadi dewasa, tidak dapat dipungkiri bila ibulah sebagai salah satu sosok pengarah yang mempunyai peran penting. Terlebih pada anak usia remaja yang merupakan masa peralihan dari masa anak – anak ini dengan rasa keingintahuannya yang tinggi, anak – anak akan menjadikan ibu sebagai tempat curhat ( curahan hati ).
Melalui belaian kasih dan sayangnya, ibu merupakan tempat strategis dalam membimbing dan memberi berbagai masukan, saran, dan arahan kepada anak- anaknya.karena itu ibu memegang peranan penting dalam berkomunikasi kepada anak – anaknya demi keselamatan anak –anaknya tersebut dan demi masa depannya.(Nurul Arifin ; Gemari Edisi 71/Tahun VII/Desember 2006)

Isi Otakku dengan Kasih Sayangmu Ibu
Ketika lahir, manusia itu dalam keadaan bersih. Data – data dalam otaknya jernih. Ia belum mengerti makna dan bahasa apa pun. Bahkan, ia belum mengerti apa yang terjadi di sekitarnya. Ibu  mulai mengajaknya berkomunikasi dengan ekspresi wajah dan gerakan tubuh secara berulang – ulang sampai si buah hati bisa mengucapkan kata – kata. Seiring waktu berjalan, ia tumbuh besar. Ia mulai memiliki pengetahuan sederhana  tentang sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Pengetahuan ini memberinya pengertian tentang apa yang ia tangkap dan memberikan kata tertentu yang menggambarkan pengertian itu. Di sinilah akal mulai membuat file – file di setiap pengetahuan yang didapat. Setiap kali mengetahui pengertian lain dari sebuah kata, terbentuklah file tersendiri untuk pengertian tersebut. Tiap – tiap file secara khusus memuat pengertian tertentu. Maka, ketika seorang anak mendapatkan pengalaman dalam pengertian tertentu, akalnya akan merekam pengalaman itu dalam file khusus.[Elfiky ; 2010 ;13 -14 ]
Jadi, dalam akal terdapat banyak arsip atau file yang berisi pengetahuan, bahasa, norma, keyakinan, dan prinsip. Setiap kali menghadapi pengalaman baru, otak mengidentifikasinya dengan menggunakan data – data yang sudah ada, lalu menyimpan pengalaman baru itu di dalam file sejenis.Kita bisa membandingkan setiap kebiasaan yang diprogram manusia sehingga menjadi kuat dan tidak bisa diubah. Hal ini membuat kita berpikir tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan kebiasaan ?. Bagaimana kebiasaan menguat hingga orang sulit mengubahnya ?
Kebiasaan adalah pikiran yang diciptakan seseorang dalam benaknya, kemudian dihubungkan dengan perasaan dan diulang – ulang hingga akal meyakininya sebagai bagian dari perilakunya.
Proses berpikir yang pertama kita dapatkan dari orangtua. Ratu Elizabet II berkata “ Aku belajar seperti proses belajarnya kera, yaitu dengan menyaksikan orangtua dan meniru  mereka.” Dari orangtua kita belajar tentang kata – kata, ekspresi wajah, gerakan tubuh, perilaku, norma, keyakinan agama, prinsip, dan nilai – niali luhur. Itulah proses berpikir yang pertama di dunia ini. Semua ini kita terima dari orangtua. Orangtualah yang paling penting dalam membentuk proses berpikir. Proses ini kemudian mengakar dalam diri lalu menjadi referensi utama dalam berinterkasi dengan diri sendiri atau dengan dunia luar. Jadi, Pikiran melahirkan kebiasaan. Menurut Dr. Ibrahim Elfiky dalam bukunya yang berjudul “Terapi berpikir poositif”. Kebiasaan terbentuk melalui enam tahapan,yaitu :
Berpikir, pada tahapan ini seseorang memikirkan sesuatu, memberi perhatian, dan berkonsentrasi padanya.Sesuatu itu bisa ada dalam pikiran karena memiliki nilai lebih atau dianggap penting.
Perekaman, ketika seseorang memikirkan sesuatu, otaknya merekam.Otaknya kemudian membuka file yang sejenis dengan pikiran itu dan menghubungkan dengan pikiran – pikiran lain, yang sejenis atau yang dinilai bermanfaat baginya. Perekaman adalah tahapan yang sederhana dimana seseorang bisa menjauhinya dan menutup file, jika menghendaki.
Pengulangan, dalam tahapan in seseorang memutuskan untuk mengulang perilaku yang sama dengan perasaan yang sama. Maka, ia merokok berkali – kali, menenggak minuman keras, menonton televisi sekian lama, makan meski tidak sedang lapar, atau melakukan kegiatan lain, baik yang positif atau yang negatif.
Penyimpanan, karena perekaman dilakukan berkali – kali, pikiran menjadi semakin kuat. Akal menyimpannya dalam file dan menghadirkan hadapan Anda setiap kali Anda menghadapi kondisi serupa. Melepaskan diri dari perilaku semacam itu akan semakin sulit karena pikiran itu sudah tersimpan di dalam file akal bawah sadarnya.
Pengulangan, dalam tahapan ini, disadari atau tidak, seseorang mengulang kembali perilaku yang tersimpan kuat di dalam akal bawah sadarnya. Ia dapat  merasakan bahwa dirinya telah mengulangi perilaku itu atau terjadi begitu saja di luar kemauannya. Setiap kali memori yang tersimpan di akal bawah sadar itu diulang, ia semakin kuat dan mendalam.
Kebiasaan, karena pengulangan yang berkelanjutan dan tahapan – tahapan di atas yang dilalui, akal manusia meyakini bahwa kebiasaan ini merupakan bagian terpenting dari perilaku seseorang. Maka, ia memperlakukannya seperti bernafas, makan, minum,atau kebiasaan lain yang mengakar kuat.
 
Guruku Multitalenta
Ya inilah kelebihan ibu.Dia juga aktor yang tak kalah terkenalnya. Ibu dapat memerankan guru saat dia membimbing kita, dia dapat menjadi seorang akuntan super saat ia harus memutar roda ekonomi keluarga, dia juga dapat berperan sebagai master chef yang  bagiku masakannya tak kalah lezatnya dengan chef marinka, dalam sekejap saat kau keluar dari pintu kamarmu maka kau akan dapatkan meja makan penuh masakan lezat lalu ia berkata “ makanlah nak, ibu membuat masakan kesukaan mu..”, masakan yang penuh dengan bumbu cinta dan kasih. Super untuk ibu.
Lalu saat kau pulang sekolah, tentu banyak cerita – cerita yang memenuhi otakmu selama setengah hari kau habiskan waktumu dengan aktivitas sekolah. Disini ibu siap mendengarkan cerita mu ” you can call me psikiater ”, kau dapat menceritakan semua masalahmu dan kebahagian yang ada di hatimu sekarang. Lalu jika kau menangis terseduh, ibu sudah menyiapakan tangan ajaibnya untuk mengusap air matamu dan merangkulmu hingga hatimu hangat dengan belaian kasihnya.Lalu saat kau kebingungan munculnya kata – kata cemerlang yang membenahi benang kusut di kepalamu. Indah bukan wanita mulia ini.Tersenyumlah kamu dengan bangga jika kamu menghormati kasih sayangnya.
 
Kita telah membicarakan banyak hal tentang ibu dan pada akhirnya tidak akan habis bahasan mengenai ibu karena sosok wanita mulia ini sangatlah multi peran yang artinya memiliki begitu banyak  peran penting bagi keluarga seperti suami dan anak. Jika membahas sosok wanita mulia ini, maka yang terpintas dalam benak dan pikiran hanyalah orang tua yang wajib di hormati. Namun jika dilihat dari peranan dan fungsinya, ibu sangatlah penting karena memiliki andil besar bagi keluarga. Menurut Friedman (1992) adapun beberapa peran sosok seorang ibu yaitu : peran ibu dalam fungsi reproduksi, peran ibu dalam proses sosialisasi anak, peran ibu dalam pendidikan anak, peran ibu dalam mengatur ekonomi keluarga.

Peran Ibu dalam Fungsi Reproduksi
Salah satu fungsi keluarga yaitu sebagai reproduksi, dimana fungsi keluarga untuk melahirkan anak, menumbuh kembangkan anak, dan meneruskan keturunan. Untuk itu disini yang mempunyai peran penting dan paling utama dalam keluarga adalah ibu. Dalam “fungsi reproduksi”, pertama – tama ibu mengandung selama 9 bulan dan melahirkan dengan tujuan untuk meneruskan keturunan, lalu mengasuh dan merawat dan membesarkan putra-putrinya 

Sembilan bulan ibu mengandung selalu sabar menanti walau terkadang merasa tidak nyaman namun tetap saja dia mendambakan sosok bayi mungil nya. Setelah melewati beberapa bulan lamanya tibalah waktu yang ditunggu-tunggu yaitu proses persalinan. Selama proses persalinan berlangsung betapa kerasnya ibu berusaha agar bayi mungil dalam kandungannya dapat merasakan dunia walau terasa sakit namun tidak di pedulikannya. Setelah terdengar tangisan manja si buah hati yang mengharukan di situlah air mata langsung menetes di pipi karena suasana kebahagiaan yang menghiruk-pikuk di hati sang ibu. Seiring berjalannya waktu ibu senantiasa mengasuh dan merawat anaknya tanpa pamrih bahkan dia rela mengorbankan segalanya demi kebahagiaan buah hati mereka.Wanita mulia ini menyusui, menimang-nimang, mencurahkan cinta kasihnya dengan tulus, serta membelikan pakaian dan memperhatikan kebutuhan gizi anaknya. Peran ibu selanjutnya yaitu membesarkan putra-putri mereka dengan cara bagaimana bersosialisasi dalam masyarakat serta memberikan pendidikan yang terbaik.

Peran Ibu dalam Proses Sosialisasi Anak
Peran ibu dalam proses sosialisasi anak merupakan hal penting yang harus di perhatikan karena menanamkan kepercayaan, norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, nilai kehidupan, sikap yang baik dalam masyarakat, serta memberikan feedback dan petunjuk dalam pemecahan masalah. Hal pertama yang didapat anak yaitu proses sosialisasi dalam keluarga terutama bagi ibu, oleh karena itu kedekatan sosok ibu yang sejak dini hingga remaja bahkan menjadi dewasa sangatlah berpengaruh. Sejak dini ibu telah menanamkan kepercayaan untuk menganut agama yang benar serta mengajarkan tata cara berpakaian, berbicara, dan bertingkah laku yang baik. Namun yang terpenting adalah menerapkan nilai-nilai kehidupan dengan cara memberitahu kepada anak nilai-nilai sosial agar dapat melihat dan mengamati situasi dan kondisi sekitarnaya. Semua itu dilakukan ibu supaya kelak anaknya dapat berguna di masyarakat tanpa terus bergantung kepadanya.meski demikian, permasalahan dalam kehidupan ada yang mudah dan sederhana namun adapula yang sulit dan rumit. Permasalahan yang mudah dan sederhana mungkin ibu bisa memberikan petunjuk namun masalah yang susah dan rumit ibu membutuhkan pendidikan luar untuk itu ibu menyekolahkan anaknya.
Tak perlu kau datang ke psikiater atau konseling lainnya hingga mengkocek banyak uang mu, karena kau mempunyai penasihat pribadi yang tak kalah hebatnya dengan “penasihat presiden”. Panggil saja ia ibu, tuangkan segala perasaanmu yang memenuhi dihatimu itu. Dan percayalah setiap jawaban yang ia berikan adalah kebaikan untukmu. Tak ada sedikitpun terbenak dalam dirinya untuk menjatuhkanmu.

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak
Peran ibu dalam pendidikan anaknya merupakan upaya dasar dalam membangun suatu bangsa.Kemajuan sebuah bangsa tak pernah lepas dari peran ibu. Ya, ibu-ibulah yang mendidik anak-anaknya agar kelak dalam berprestasi dalam segala bidang untuk memajukan dan mengharumkan nama bangsa. Para ibu mengajarkan hal-hal yang sederhana yaitu membaca, menulis, dan berhitung kepada anak mereka.Setelah itu ibu menyekolahkan anak mereka, bekal ilmu yang diperoleh di rumah mempermudah anak-anak menyerap ilmu yang diajarkan di sekolah dan perguruan tinggi.Pendidikan membutuhkan biaya yang menuntut ibu pandai-pandai mengatur keuangan keluarga.

Peran Ibu dalam Mengatur Ekonomi Keluarga.
Zaman sekarang memang berbeda dengan zaman dahulu, kalau zaman dahulu pekerjaan seorang ibu hanyalah merawat, memelihara, dan menjaga keluarga bahkan sering orang-orang berkata bahwa wanita yang berkeluarga hanya dapat bergelut di dalam dapur saja. Namun semua pendapat itu di singkirkan karena pada zaman sekarang wanita-wanita super seperti ibu dapat mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menabung agar bermanfaat dimasa yang akan datang misalnya kebutuhan pendidikan dan jaminan hari tua.
Super Mom, itu julukan yang saya berikan untuk ibu masa kini. Bukan saja ditujukan untuk ibu yang bekerja ,a working mom tapi juga untuk ibu rumah tangga , a fully mom. Kenapa? Karena multiperannya yang membuat para ibu-ibu ini harus pintar membagi waktu dan perhatian.
Mencomot sedikit judul buku yang ditulis Katarina Indrawati : Housewife Academy Founder,” Jadi Ibu Rumah Tangga itu Susah-susah gampang,Gampang-gampang susah”.Ada bagian yang sulit tapi juga ada bagian mudahnya bila kita tahu kiatnya. Menjadi seorang ibu yang juga bekerja.lalu merasakan bagaimana sulitnya membagi waktu. Dua puluh empat jam sehari sepertinya tidak cukup untuk Anda dalam membagi perhatian pada banyak hal.Jangankan berpikir untuk kesenangan pribadi seperti saat masih being single, pulang kantor sudah harus disibukkan oleh rutinitas ngemong anak. Jika tidak pintar-pintar membagi waktu bisa -bisa hormon kortisol kita meningkat, hipocampus menciut, dan itulah berarti saat kondisi stres menyerang kita.
Mencoba belajar dari perempuan-perempuan yang sukses, seperti  menjadi ibu sekaligus tetap bisa me-manage pekerjaannya. Kalau mereka mampu bertahan untuk mempertahankan banyak perannya, kenapa Anda tidak. Pastinya mereka juga mengalami hal yang sama sulitnya dengan Anda. Jika mereka bisa kenapa Anda tidak.
Mengutip beberapa tulisan dari seorang ibu yang bernama Poppy Indriana di dalam kompas.com yang  menyebut dirinya Mom in chief. Ini adalah peran utama ibu Sama seperti CEO (Chief Executive Officer),ibu adalah seorang chief  bagi segala macam tugas yang sudah menjadi tanggung jawab sebagai seorang ibu. Di luar itu berarti hanya peran tambahan,yang lebih mengayakan diri Anda sebagai individu.
1. Pertama kali yang dilakukan adalah menulis apa saja multi peran Anda sebagai ibu?. Ini akan memudahkan Anda untuk membagi perhatian dan usaha dalam memperbaiki diri. Mendefinisikan peran ini juga akan memudahkan Anda dalam menentukan prioritas jika nantinya ada kepentingan yang saling berbenturan. Inilah tiga peranpara wanita karier :
Peran Pertama : Sebagai seorang Ibu
Peran Kedua : Sebagai seorang Istri
Peran Ketiga : Sebagai seorang individu,perempuan yang punya cita-cita
Dua peran pertama adalah kodrati. Ini yang saya sebut peran sebagai Mom in Chief.Peran terakhir adalah tentang diri Anda pribadi. Tentang apa yang ingin Anda capai,cita-citakan dan ingin Anda lakukan.
Untuk setiap peran yang sudah Anda tentukan, Anda juga bisa mem-break down apa saja yang menjadi tanggung jawab Anda atas peran itu. Termasuk pendelegasian tugas kepada partner Anda. Bisa suami ataupun bahkan pada pembantu rumah tangga.
2. Hal kedua yang diakukan adalah membuat time map. Bukan sekedar jadwal yang membuat Anda selalu berpikir betapa waktu menjadi mengikat tapi membagi waktu dua puluh empat jam itu menjadi bagian-bagian kecil sesuai peran yang sudah saya tentukan. Termasuk kapan Anda berhak atas my me time.
3. Hal ketiga tentu saja disiplin dan fokus pada peran dan time map yang sudah Anda buat dan tentukan.
Ketiga hal diatas yang dapat Anda lakukan untuk mensiasati beragamnya peran yang Anda miliki terutama untuk wanita yang memiliki profesi selain ibu.
Jika anda telah membaca artikel di atas serta menghayati maka sejatinya apabila kita mampu mengambil hikmah dari setiap peringatan hari ibu, maka selalu ingat bahwa ibu memiliki peran, posisi strategis dan arti penting dalam mempersiapkan masa depan bangsa melalui anak-anaknya. Perlu disadari pula bila keberhasilan para tokoh wanita dan pria sekalipun, dia pasti lahir, dibesarkan, dan dididik serta dibina oleh ibu.Maka hormati dan hargailah Hari Ibu tersebut sesuai makna hakikinya, untuk itu penting pula kita meningkatkan kedudukan dan peran kaum ibu melalui berbagai hal di segala bidang.

Kajian Pusataka          :
2.      Elfiky, Ibrahim. 2010. Jakarta : Terapi Berpikir Positif.
3.      Gemari Edisi 71/Tahun VII/Desember 2006
4.      Habibillah, Haikal Hira., 2008. Jawa Barat : Surat Cinta Untuk Putri Tercinta.
5.      http://www.qolbussalam.wordpress.com/berjuang untuk keselamatan hati
6.      http://ichwanmuis.com/?p=1675

Kamis, 16 Februari 2012

jiwa loyalitas


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Loyalty atau dalam bahasa Indonesia di sebut loyal memiliki arti yakni kepatuhan atau setia. Sedangkan definisi dari loyalitas merupakan sebagai suatu sifat kesetiaaan seseorang kepada sesuatu dengan rasa cinta, sehingga dengan rasa loyalitas yang tinggi, sesorang merasa tidak perlu untuk mendapatkan imbalan dalam melakukan sesuatu untuk orang lain / organisasi dimana tempat dia meletakan loyalitasnya.
Organisasi merupakan wadah atau sarana bagi suatu kelompok individu yang minimal memiliki satu kesamaan visi dan misi. Misalnya dalam berorganisasi kepramukaan. Satu hal yang sangat penting dan sangat diperlukan oleh sebuah organisasi pramuka untuk mempertahankan eksistensinya atau keberadaannya adalah sifat Loyalitas dan Kebersamaan dari masing-masing anggotanya. Loyalitas erat kaitannya dengan kesetiaan. Seorang anggota yang memiliki loyalitas terhadap organisasi yang ia ikuti seperti pramuka atau yang lain, maka ia telah memiliki kesadaran pribadi untuk memnafaatkan semua potensi yang ada dalam dirinya demi kemajuan organisasi yang ia geluti.
Secara lebih riil, orang tersebut akan selalu menaati segala bentuk tata tertib yang berlaku dan terus mendukung program kerja dengan mengikutsertakan dirinya sebagai partisipan yang aktif. Bahkan jika orang tersebut dapat di katakana loyal dalam organisasinya maka tidak menutup kemungkinan pula seorang itu menjadi pengurus atau kreator ide-ide penting untuk membangun organisasinya dari dalam.
Loyalitas anggota memegang peran yang krusial dalam jalannya sebuah organisasi. Jika dalam sebuah organisasi, terutama organisasi pramuka memiliki tata aturan yang sempurna dan memiliki program kerja yang brilian, itu semua akan sia-sia jika tidak adanya loyalitas dari anggotanya itu sendiri. Serta salah satu hal yang juga tidak kalah pentingnya adalah sebuah kebersamaan antar anggotanya di dalam organisasi tersebut. Jadi, jika hanya mengandalkan loyalitas saja tanpa memikirkan kebersamaan antar anggotanya, maka berdirinya organisasi pramuka itu akan percuma dan sia-sia juga.
Dalam kenyataannya, pelaksanaan dari program kerja sebagai bentuk realisasi suatu visi organisasi tersebut, masih banyak anggota dari organisasi tersebut yang memiliki ketidaksamaan atau ketidakcocokan pemikiran sistem kerja satu sama lain hingga pada ujungnya berdampak buruk bagi kelangsungan organisasi itu sendiri. Hal ini di sebabkan terutama karena anggota yang mengikuti organisasi tersebut tidak berniat secara penuh untuk mendedikasikan dirinya demi kelangsungan organisasi, melainkan orang tersebut hanya menginginkan keuntungannya saja setelah ikut berorganisasi dan tidak turut merasakan proses perjuangan dalam mendirikan sebuah organisasi. Singkat kata mereka hanya aktif mengikuti kegiatan apabila adanya “si A atau si B” datang. Dan malah sikap mereka lebih cenderung acuh tak acuh dalam mengikutsertakan diri untuk menjalankan kegiatan organisasi yang tidak ada hubungannya dengan tujuan atau alasan ataupun keinginannya ketika mendaftar menjadi anggota organisasi.
Jadi, dapat di simpulkan bahwa suatu organisasi yang akan kita bentuk atau yang telah berkembang dengan baik masih tetap membutuhkan yang namanya loyalitas dan kebersamaan dari anggotanya. Dan karna hanya sebuah loyalitas dan kebersamaanlah yang membuat suatu organisasi terutama organisasi pramuka yang dapat menjadikan semakin jaya, semakin sukses dan semakin bagus kedepannya.

1.2 Rumusan Masalah
Setelah kita membahas tentang loyalitas pada bagian latar belakang, maka yang menjadi rumusan masalah disini yaitu :
  1. Apa definisi dari sebuah loyalitas?
  2. Mengapa sebuah sifat loyalitas dari anggota pramuka sangat di perlukan ketika sudah menjadi anggota pramuka?
  3. Apa hubungan antara loyalitas dengan kebersamaan dalam membangun sebuah organisasi pramuka?
  4. Kapan jiwa loyal dalam diri seseorang bisa muncul?
  5. Bagaimana penerapan bentuk seorang anggota pramuka yang dapat dikatakan loyal atau setia terhadap organisasinya?
  6. Apa saja manfaat yang dapat di peroleh dari seseorang yang menerapkan hidup loyal terhadap organisasi pramuka?
  7. Apa saja faktor yang membuat anggota pramuka tidak berbuat loyal terhadap organisasi yang telah dia pilih?
  8. Selain di racana, diamana lagi jiwa loyal dapat diterapkan?
  9. Bagaimana solusi supaya banyak anggota pramuka yang loyal terhadap organisasinya?

1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
  1. Untuk menyadari bahwa sifat loyalitas sangatlah penting untuk di terapkan dalam kegiatan organisasi pramuka.
  2. Untuk mengetahui betapa pentingnya suatu kebersamaan dalam organisasi pramuka.
  3. Untuk mengetahui penerapan dari sifat loyalitas terhadap organisasi pramuka yang dilakukan oleh anggota pramuka.
  4. Untuk memberikan solusi jika ada salah satu anggota atau ada beberapa anggota dari pramuka yang tidak loyalitas terhadap organisasinya.

1.4 Manfaat
Penulis mengharapkan dengan penulisan dan pembahasan dari makalah ini mempunyai manfaat antara lain :
  1. Menambah ilmu dan wawasan penulis khususnya serta pembaca pada umunya mengenai pentingnya sebuah kebersamaan dan loyalitas dari diri seoarang anggota pramuka.
  2. Sebagai penambah bahan acuan bagi reka-reka kerja untuk dapat menerapkan sifat loyal terhadap organisasi pramuka dan memupuk rasa persudaran.
  3. Serta sebagai referensi makalah di GUDEP.

BAB II
PEMBAHASAN
1. Definisi loyalitas
Menurut istilah Loyalitas (loyalty) berasal dari kata dasar “loyal” yang berarti setia atau patuh.
Definisi dari loyalitas adalah mengikuti dengan patuh dan setia terhadap seseorang atau system/peraturan. Istilah loyalitas ini sering didefinisikan bahwa seseorang akan disebut loyal atau memiliki loyalitas yang tinggi jika mau mengikuti apa yang diperintahkan.
Sedangkan loyalitas dalam berorganisasi pramuka artinya yaitu suatu sifat kesetiaaan dari dalam diri aggota pramuka untuk terus mengikuti segala bentuk kegiatan kepramukaan dengan sukarela dan selalu patuh dalam menjalankan tugas kepramukaan serta mendukung semua program kerja dengan mengikutsertakan dirinya sebagai partisipan yang aktif.
2. Sebuah Sifat Loyalitas Dari Anggota Pramuka Sangat di Perlukan Ketika Sudah Menjadi Anggota Pramuka.
Loyalitas memegang peran yang krusial dalam jalannya sebuah organisasi. Jika dalam sebuah organisasi, terutama organisasi pramuka yang telah memiliki tata aturan yang sempurna dan telah memiliki program kerja yang sangat baik, itu semua akan sia-sia jika tidak adanya loyalitas dari anggotanya itu sendiri. Sebab sebuah organisasi pramuka yang dapat berkembang dengan baik dan dapat berdiri dengan lama, itu disebabkan oleh kesetiaan dan kepatuhan dari masing-masing anggota pramuka itu sendiri dalam menjalankan tugasnya di sanggar.
Pada dasarnya, sikap loyalty dalam diri seorang anggota pada suatu organisasi yang ia ikuti, misalnya organisasi pramuka, bisa timbul jika pada saat orang itu akan bergabung kedalam sebuah organisasi pramuka sudah memiliki niat yang mantap dan benar-benar suka dengan hal yang bersifat kepramukaan seperti suka berkemah, suka meluangkan waktu untuk datang kesanggar, mengikutsertakan dirinya sebagai partisipan yang aktif, bahkan mau untuk menjadi pengurus atau menjadi kreator ide-ide penting untuk membangun organisasinya. Jika hal itu telah ia pahami sebelumnya, maka bagi dia ini merupakan sebuah tanggungjawab yang harus ia jalankan ketika telah tergabung dalam organisasi pramuka.
Jadi, walaupun sesibuk apapun dirinya, jika ia telah sadar akan pentingnya sifat loyalitas dalam mengikuti organisasi pramuka maka ia akan tetap patuh dan dengan senantiasa selalu mengikuti perkembangan organisasi yang telah membuat ia menjadi orang yang sukses. Tetapi jika tidak tertanam dalam dirinya pemikiran yang seperti itu, maka hal ini yang hanya akan menyebabkan beban mental dan pikiran baginya. Mungkin hingga pada akhirnya lama-kelamaan seseoarang itu akan menyepelehkan dan tidak pernah mau tahu lagi tentang organisasinya. Dan hal seperti inilah yang bisa membuat suatu organisasi itu bisa pudar dan tidak bertahan lama.
3. Hubungan Antara Loyalitas Dengan Kebersamaan Dalam Membangun Sebuah Organisasi Pramuka
Dalam berorganisasi terutama pramuka, yang namanya loyalitas akan senantiasa berhubungan erat dengan kebersamaan. Sebab, sebuah organisasi pramuka selain membutuhkan sifat loyalitas dari anggotanya, juga membutuhkan yang namanya kebersamaan antar anggota pramuka itu sendiri. Jadi, jika hanya mengandalkan loyalitas saja tanpa memikirkan kebersamaan antar anggotanya, maka berdirinya organisasi pramuka itu akan percuma dan sia-sia juga.
Tetapi, pada kenyataannya kita sering melihat beberapa anggota pramuka yang sudah mengajar pramuka di sekolah-sekolah tidak pernah datang ke sanggar lagi atau sekedar kumpul-kumpul bersama untuk sharing atau apapun itu bentuknya. Mereka kebanyakan selalu beralasan sibuk dan tidak ada waktu untuk kumpul-kumpul bersama. Padahal kebersamaan seperti inilah akan memupuk rasa saling bersatu, semakin solid, dan semakin kompak dalam menjalankan sesuatu.
Kebersamaan dalam pramuka ini bisa kita lakukan dua kali dalam seminggu, seperti Sabtu dan Minggu. Dan bentuk kebersamaan ini bisa berupa seperti sharing, atau membuat kegiatan masak bersama untuk membuat kue atau makanan khas suatu daerah, hunting foto, kumpul-kumpul di sanggar dan menghias sanggar bersama, ataupun bakti sanggar, dan lain sebagainya. Hal inilah yang harus sering di adakan oleh bidang giat pramuka supaya timbul adanya rasa kebersamaan antar anggota pramuka. Dan akan lebih seru lagi, jika kebersamaan seperti ini juga mengikut sertakan para purna bhakti. Sebab selain lebih seru, kita juga pasti dapat pengalaman berharga yang mungkin bisa kita terapkan saat mengajar pramuka kelak.
4. Ketika Telah Memiliki Niat Yang Kuat.
Jika kita membahas kapan jiwa-jiwa loyal dalam diri seseorang muncul, maka jawabannya tergantung dari individu masing-masing. Sebab karakter dalam diri individu berbeda dengan individu yang lainnya. Karena jiwa loyal itu tidak dapat dipaksakan. Tetapi adakalanya seseorang yang sudah niat dan benar-benar ingin serius dalam mengikuti organisasi pramuka, maka jiwa loyal itu akan muncul.
Sesungguhnya jika seorang calon anggota racana telah memiliki niat yang kuat dan tahu resiko jika ikut bergabung dalam sebuah organisasi pramuka, maka ia tidak akan pernah merasa terbebani atas semua tugas-tugas yang harus ia jalankan di sanggar malah seseorang itu akan selalu antusias dan bersemangat dalam menjalankan aktivitasnya di sangar walaupun sekecil atau seringan apapun itu bentuk kegiatannya. Seperti contoh, mengunjungi sanggar untuk meet and great dengan anggota racana yang lainnya. Jika dari awal masuknya calon anggota racana sudah tidak memiliki niatan maka, hal kecil seperti datang kesangar tidak pernah akan dilakukannya, dan jika ditanyai pasti akan mencari-cari alasan untuk tidak datang ke sanggar.
Oleh sebab itulah, agar kita tidak malu karena sering dianggap atau di cap anggota yang tidak loyal atau setia oleh anggota racana yang lainnya bahkan mungkin kita dianggap hanya menginginkan sertifikat pramuka saja, maka mantapkan terlebih dahulu niat kita untuk bergabung dalam organisasi pramuka. Jika dalam diri kita setengah-setengah untuk bergabung ke dalam organisasi pramuka lebih baik tidak mengikuti dari pada mengikuti tetapi membuat malu dirinya sendiri.
5. Bentuk Penerapan Seorang Anggota Pramuka Yang Dapat Dikatakan Loyal Atau Setia Terhadap Organisasinya.
Salah satu bentuk seorang anggota pramuka yang dikatakan loyal terhadap organisasinya yaitu :
a. Sering datang ke sanggar walaupun sesibuk apapun jadwal kegiatannya di luar organisasi meskipun datang cuma sebentar. Kalau orang yang sudah loyal terhadap organisasinya, maka sesibuk apapun aktivitas dia di luar organisasi pramuka, maka ia masih ingin yang namanya datang kesanggar untuk kumpul bersama dengan anggota racana yang lainnya. Baik itu cuma ngobrol dengan anggota yang lain atau sharing dengan semua anggota racana. Yang jelas seorang anggota pramuka yang loyal itu pasti masih ingat dengan sanggarnya dan selalu datang ke sanggar.
b. Sering mengikuti kegiatan-kegiatan kepramukaan. Misalnya persami, happy cooking, gowes ke suatu tempat wisata secara bersama-sama, dll. Seseorang anggota racana yang loyal terhadap organisasinya, maka akan selalu mengikuti segala bentuk kegiatan yang telah direncanakan oleh bidang giat.
c. Menerapkan dasa dharma pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang lebih penting, seseorang yang dikatakan loyal terhadap organisasi pramuka, maka orang tersebut juga menerapkan yang namanya dasa dharma pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Karena pada dasarnya ia tahu kalau dhasa dharma pramuka itu memiliki manfaat yang baik jika ditarapkan dalam kehidupannya sehari-hari.
6. Manfaat Hidup Loyal Terhadap Organisasi Pramuka.
Manfaat yang dapat di peroleh dari seorang yang menerapkan hidup loyalalitas terhadap organisasi kepramukaan adalah :
a. Terbentuknya rasa kepedulian yang tinggi baik terhadap sesama maupun lingkungan sekitar. Karena dengan jiwa loyalitas dan kepedulian yang tinggi mereka akan senantiasa merawat, menjaga, dan membangun racana kita semakin unggul dan tanapa pamrih tentunya.
b. Manfaat yang lain yaitu, timbulnya rasa kekeluargaan sesama anggota racana. Dengan menganggap semua anggota racana sebagai keluarga sendiri, maka kita tidak akan malu-malu untuk sering datang ke sanggar pramuka dan senantiasa menganggap bahwa sanggar pramuka adalah rumah ke dua kita.
c. Serta kita akan pasti memiliki banyak teman dan pengalaman. Dengan seringnya kita mengunjungi sanggar pramuka, tidak menutup kemungkinan kita akan memperoleh banyak teman selain teman satu prodi. Kan seperti yang kita ketahui selama ini, jika anggota racana dharma pandu kita terdiri dari mahasiswa yang berlainan jurusan, maka dari perbedaan itulah yang akan menambah pengetahuan kita melalui sharing. Dan dengan begitu, kita akan mendapatkana ilmu yang mungkin belum kita ketahui kemudian kita coba praktekkan pengalaman baru tersebut sehingga hal itu yang akan menambah pengalaman kita.
7. Faktor Yang Membuat Anggota Pramuka Tidak Berbuat Loyal Terhadap Organisasinya.
Banyak faktor yang dapat membuat seorang anggota pramuka tidak loyal lagi terhadap organisasinya. Misalnya :
a. Memiliki niat yang terselubung. Seperti hanya menginginkan sertifikat dari pramuka saja. Terkadang dari anggota pramuka ada yang setelah mendapatkan sertifikat pramuka, ia langsung meninggalkan sanggar dan tidak pernah datang lagi ke sanggar disebaabkan oleh malas dan keinginananya selama ini untuk memperoleh sertifikat pramuka sudah didapatkannya. Jadi dia tidak pernah datang lagi ke sanggar karena tidak memiliki tujuan atau niatan khusus lagi.
b. Masih menganggap tidak ada untungnya sering datang ke sanggar. Mungkin masih ada beberapa anggota yang masih ragu-ragu untuk datang ke sanggar pramuka karena dinilai hanya membuang-buang waktu saja atau mengganggu jadwal pacarannya, sehingga tidak ada kemauan untuk datang ke sanggar.
c. Tidak adanya teman yang dikenal untuk diajak ke sanggar. Sebab kebanyakan yang sering di lakukan oleh calon atau anggota racana yang baru, masih banyak yang ikut-ikutan. Jadi kalau banyak dari teman mereka yang ikut datang ke sanggar maka ia juga ikut, tetapi kalau tidak ada temannya yang ikut maka ia juga tidak ikut. Hal inilah yang mengakibatkan seseorang dikatakan tidak loyal terhadap organisasi yang ia ikuti karena hanya ikut-ikutan saja dan tidak memiliki inisiatif sendiri.
d. Memiliki rasa malu untuk datang ke sanggar disebabkan mungkin ada senior yang menarik baginya sehingga dia merasa akan mati gaya jika berada di sanggar terlebih lagi jika disana juga ada senior yang dia maksud.
e. Menganggap bahwa mengikuti organisasi akan mempengaruhi kuliah mereka sehingga buat apa terlalu loyal pada organisai tersebut. Padahal jika mereka bisa membagi waktu dengan tepat maka kuliah dan kegiatan keorganisasian akan berjalan seimbang, bahkan hal tersebut akan menjadikan diri kita kuat serta cerdas karena kita juga mendapatkan berbagai pengalaman selama mengikuti kegiatan keorganisasian terutama dalam organisasi pramuka.
8. Selain Diracana, Jiwa Loyal Juga Dapat Diterapakan Didalam Kelurga.
Pada dasarnya, loyal itukan berarti setia atau patuh. Jadi selain dibutuhkan di sebuah organisasi seperti pramuka, jiwa loyal juga dapat diterapkan di keluarga kita masing-masing. Sebab keluarga itu akan bersatu dan harmonis jika anggota keluarganya itu setia dan patuh dalam menjalankan tugas-tugasnya dirumah serta tidak pernah melanggar aturan yang telah ditetapkan dalam keluarga itu. Dan didalam sebuah keluarga, loyal juga memegang peran yang sangat penting, sebab jika anggota dari keluarga itu tidak berjiwa loyal, maka kehancuran yang timbul.
Selain itu, jiwa loyal juga harus diterapkan ketika kita memiliki pasangan. Disini yang namanya loyalitas amat sangatlah penting. Sebab, jika kita tidak memiliki jiwa loyal terhadap orang yang bisa kita anggap special maka hal ini bisa membuat kehancuran dalam hubungan kedepannya.
9. Solusi Supaya Banyak Anggota Pramuka Yang Loyal Terhadap Organisasinya.
a. Pertama-tama, seorang calon anggota pramuka harus memiliki niat sungguh-sungguh untuk mengikuti organisasi pramuka. Sebab jika tidak ada niatan yang mantap dari dalam diri seorang anggota pramuka, maka ketika ia menjalani tugasnya di organisasi tersebut maka hasilnya tidak akan memuaskan dan malah hanya akan menimbulkan beban mental maupun fisik saja baginya.
b. Ketua dewan racana memberikan pengetahuan kepada semua anggota tentang organisasi pramuka secara keseluruhan. Misalnya tentang sejarah pendirian organisasi pramuka racana dharma pandu, visi dan misi dari racana dharma pandu, serta program kerjanya apa saja. Dengan di tunjukkannya pengetahuan seperti ini, maka anggota racana yang baru akan mengerti apa yang harus ia kerjakan atau lakukan demi kemajuan organisasinya. Dan ia akan sadar jika organisasinya sangat membutuhkan dirinya untuk memajukan dan meningkatkan kualitas dari organisasi yang ia tekuni yaitu organisasi pramuka.
c. Mengadakan kegiatan-kegiatan sesuai basis organisasi pramuka dan melibatkan anggota-anggotanya secara aktif. Seperti mengadakan persami, happy cooking (belajar memasak atau membuat jajanan tradisional), membuat games, latihan rutin senam pramuka, latihan renang, atau juga bisa gowes bareng-bareng ke suatu tempat. Dengan diadakan kegiatan yang meyenangkan seperti ini, maka pasti banyak anggota racana yang mau untuk datang kesanggar.
d. Menghias sanggar tercinta supaya terlihat menarik mulai dari menata rapi souvenir-souvenir dan foto-foto yang ada, kalau perlu menempatkan ucapan “selamat datang di sanggar tercinta wahai saudaraku” diatas pintu. Denan demikian anggota racana yang baru akan merasa disambut hangat otomatis mereka akan tersanjung. Jika memberi kesan pertama yang bagus maka akan mendapatkan dampak bagus pula bagi organisasi kepramukaan untuk seterusnya. Mereka yang tersanjung akan senantiasa mengabdikan diri mereka pada apa yang mereka tekuni dan secara otomatis timbullah sikap loyalitas pada diri mereka. Merawat sanggar dengan cara mengadakan bakti sanggar supaya sanggar kita bersih sehingga enak di pandang dan nyaman pula, dengan demikian maka timbullah rasa memiliki dan menganggap seperti rumah kedua bagi anggota racana.

BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Jadi dapat disimpulkan jika, niat-lah yang membuat seseorang menjadi loyal terhadap organisasi yang diikuti. Sebab jika dari awal seseorang tidak memiliki niat yang mantap dan kuat untuk bergabung kedalam organisasi pramuka, maka bukan kebaikan yang ia dapatkan malah keburukan bagi dirinya dan racananya dan tentunya orang tersebut jelas tidak akan memiliki jiwa loyal terhadap organisasi yang ia ikuti yaitu pramuka.
Dan yang perlu ditekankan lagi disini yaitu, Ketua dewan racana memberikan pengetahuan kepada semua anggota tentang organisasi pramuka secara keseluruhan. Misalnya tentang sejarah pendirian organisasi pramuka racana dharma pandu, visi dan misi dari racana dharma pandu, serta program kerjanya apa saja. Dengan di tunjukkannya pengetahuan seperti ini, maka anggota racana yang baru akan mengerti apa yang harus ia kerjakan, dan ia akan sadar jika organisasinya sangat membutuhkan dirinya untuk memajukan dan meningkatkan kualitas dari organisasi yang ia tekuni yaitu organisasi pramuka.
3.2 Saran
Sebaiknya, para panitia atau bidang giat dalam pramuka saat melakukan kegiatan prastika, benar-benar menyeleksi peserta calon anggota racana yang berjiwa loyal, friendly, pintar, memiliki semangat yang tinggi, jujur, care, dan baik tentunya. Sebab, jika para bidang giat tidak melakukan penyeleksian seperti itu, maka dapat dijamin racana kita tidak dapat berkembang dengan baik malah mengalami kemunduran yang diakibatkan banyak anggotanya yang tidak berkualitas dan tidak loyal tentunya.



DAFTAR PUSTAKA
1. http://blog-indonesia.com/blog-archive-14554-16.html
2. http://www.wayantulus.com/arti-loyalitas-dan-kebersamaan-dalam-organisasi#comments

Senin, 16 Januari 2012

pisang bagi kesehatan

pisang bagi kesehatan
buah pisang buah sepanjang musim, mudah didapat,murah harganya, banyak pula manfaatnya, terutama untuk kesehatan. mau tau apa saja ? ini dia

 

  1. sumber kekuatan tenaga:  buah pisang dapat dengan mudah dicerna, gula yang terdapat di buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus secara cepat dan itu bagus dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah.
  2. manfaat untuk ibu hamil: disarankan untuk wanita hamil mengkonsumsi pisang karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim. namun jangan berlebihan sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.
  3. manfaat bagi penderita anemia: dua buah pisang yang dimakan oleh penderita Anemia setiap hari sudah cukup karena mengandung zat besi gizi
  4. manfaat bagi penderita usus dan perut: pisang yang dicampur susu cair atau dimasukkan ke dalam segelas susu cair, dapat di hidangkan sebagai obat penyakit usus. untuk penderita sakit perut menetralkan asam lambung.
  5. manfaat bagi penderita liver: penderita liver bagus mengkonsumsi pisang 2 buah ditambah madu satu sendok yang akan menambah nafsu makan dan kekuatan.
  6. manfaat bagi penderita diare: pure pisang/krim pisang (seperti makanan bayi) dapat di konsumsi bagi penderita diare.
  7. manfaat bagi penderita diabetes: jenis pisang khas gorontalo merupakan makanan tambahan/pokok bagi orang yang menderita penyakit gula/diabetes melitus terutama buah pisang goroho yang belum matang di kukus dan di campur kelapa muda parut.
  8. manfaat untuk mengatur bobot badan: pisang mempunyai peranan dalam penurunan berat badan juga untuk menaikkan berat badan. telah terbukti seseorang kehilangan berat badan dengan berdiet 4 buah pisang dan 4 gelas susu non fat atau susu cair perhari sedikitnya 3 hari dalam seminggu. jumlah kalori dalam menu tersebut cukup menyehatkan. mengkonsumsi satu gelas banana milk-shake di campur madu, buah, kacang. sesudah makan akan menaikkan berat badan.
pilih pisang yang berkualitas: pilihlah pisang yang sudah matang, kulitnya hijau kekuning-kuningan, sebab akan mudah di cerna dan gula buah di ubsh menjadi glukosa alami secara cepat di absorbsi ke dalam peredaran darah.